Home / Headline / Kejati Sumsel Teliti Berkas Tersangka Korporasi Permbakar Lahan di Muba

Kejati Sumsel Teliti Berkas Tersangka Korporasi Permbakar Lahan di Muba

Gedung Kejati Sumsel. (Foto-Ferdinand/Dok/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Jaksa Tindak Pidana Umum Kejati Sumsel kini masih melakukan penelitian kelengkapan berkas perkara tersangka kasus pembakaran lahan dari pihak korporasi di Muba, yakni PT BHL dengan tersangkanya Alvaro Khadafi selaku Direktur Operasional di perusahaan tersebut.

Demikian dikatakan Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sumsel, Sila Pulungan SH MH, Senin (4/11/2019).

Diungkapkannya, jika Kejati Sumsel hanya memproses kasus Kahutla PT BHL tersebut. Sedangkan untuk kasus Karhutla dengan tersangka dari perorangan, semuanya diproses oleh Kejari yang berada dijajaran Kejati Sumsel.

“Untuk berkas perkara tersangka kasus pembakaran lahan dari pihak korporasi yakni PT BHL ini, berkasnya sudah tahap satu yaitu berkas pada minggu lalu telah diserahkan oleh Polda Sumsel ke Kejati Sumsel. Dan kini berkas perkara tersebut sedang diteleti kelengkapannya,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, dalam penelitian berkas perkara bisa saja berkas dinyatakan belum lengkap atau P19 sehingga berkas tersebut dikembalikan kepada penyidik kepolisian. Terjadinya P19 ini, dikarenakan hasil dari penelitian terdapat berkas perkara yang masih kurang.

Baca Juga :   Hari Ini, Pengumuman SNMPTN UNSRI Dibuka Pukul 14.00 WIB.

“Terjadinya berkas perkara yang belum lengkap, karena adanya kekurangan berkas yang dilampirkan, serta kurangnya keterangan dari saksi ahli. Untuk itulah berkas perkara dikembalikan ke penyidik kepolisian untuk dilengkapi kembali. Namun apabila kekurangan berkas tersebut sudah bisa terpenuhi, tentunya berkas perkara kami nyatakan lengkap atau P21,” tutup Aspidum.

Diberitakan sebelumnya, Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rudi Setiawan saat merilis penahanan tersangka Alvaro Khadafi (36) selaku Direktur Operasional PT BHL, Senin (23/9/2019) mengatakan, jika PT BHL berlokasi di Desa Muara Medak Lalan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang mana dalam kasus ini luas lahan perusahaan tersebut yang terbakar yakni seluas 1.745 hektare dari total luas lahan 2.500 hektare.

“Ditetapkannya Direktur Operasional PT BHL sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan, karena tersangka melakukan kelalaian. Sebabuntuk total lahan perusahaan tersebut seluas 2.500 hektare hanya dijaga oleh enam orang pekerja. Selain itu, perusahaan tersebut tidak dilengkapi alat pemadam kebakaran yang semestinya dimiliki oleh setiap korporasi,” ungkapnya.

Baca Juga :   Justice Collaborator Yan Anton Terancam Ditolak KPK

Masih dikatakannya, dengan telah ditetapkannya Alvaro Khadafi sebagai tersangka maka langkah selanjutnya yang dilakukan Polda Sumsel yakni melengkapi berkas perkara, dan secepatnya berkas tersebut akan dilimpahkan ke kejaksaan agar tersangka segera disidangkan.

“Untuk lahan PT BHL ini merupakan lahan konsesi atau lahan yang dikelola tersangka setelah mengurus izin ke pemerintahan. Karena lahan tersebut lahan konsesi, seharusnya tidak diperbolehkan untuk menanam sawit, namun oleh tersangka ternyata lahan itu digunakan untuk perkebunan sawit. Dari itulah dalam kasus ini tersangka kami kenakan pasal berlapis, yakni; tentang UU Kehutanan, UU Lingkungan Hidup dan UU Pemberantasan Kerusakan Hutan. Untuk UU Pemberantasan Kerusakan Hutan juga kami terapkan, karena tersangka menanam sawit di lahan konsesi tersebut,” tegas Kapolda Wakapolda saat itu. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Posting Ujaran Kebencian di Medsos, Warga Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel

Palembang, KoranSN Forum Persatuan Pecinta Habib dan Ulama Kota Palembang, Jumat (15/11/2019) melaporkan ‘DS’, warga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.