Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020

Kejati Sumsel Terus Selidiki Dugaan Kasus Lahan Negara yang Hilang di Lahat

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khidirman. (Foto-Dedy/Dok/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel hingga kini masih terus menyelidiki dugaan kasus lahan negara yang hilang di Kabupaten Lahat. Demikian dikatakan Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Khidirman, Rabu (9/10/2019)

Menurutnya, proses penyelidikan dugaan kasus tersebut hingga kini masih dilakukan.

“Jadi untuk dugaan kasus lahan negara yang hilang di Kabupaten Lahat masih dalam proses penyelidikan,” ungkapnya.

Menurutnya, karena dugaan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel maka pihaknya belum dapat menyampaikan secara detail terkait materi penyelidikan guna kepentingan penyelidikan.

“Karena dugaan kasus ini masih penyelidikan makanya kita belum bisa menyampaikan materi penyelidikannya,” katanya.

Dijelaskannya, dalam mengungkap dugaan kasus tersebut kini Tim Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel masih melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan.

“Dalam tahap penyelidikan ini, Jaksa Penyidik Kejati Sumsel melakukan pengumpulan data dengan Puldata dan Pulbaket. Jadi saat ini dugaan kasus tersebut masih diselidiki,” tandasnya.

Baca Juga :   Ratusan Demonstran Datangi Kantor PTBA, Tuntut Ganti Rugi Tanah

Diberitakan sebelumnya, Kejati Sumsel, Kamis lalu (4/4/2019) telah memeriksa Aswari Rivai yang merupakan mantan Bupati Lahat terkait dugaan kasus hilangnya aset Negara berupa lahan yang berada di Kabupaten Lahat.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumsel yang saat itu masih dijabat oleh Ali Mukantoro mengatakan, pemeriksaan Aswari Rivai dilakukan pihaknya untuk dimintai keterangan karena adanya lahan yang merupakan aset Negara di Lahat terjadi tumpang tindih sehingga mengakibatkan aset Negara berupa lahan tersebut diduga hilang.

“Pemeriksaan ini terkait izin untuk lahan yang ada di Lahat hingga tumpang tindih, di situ kan ada unsur Negara yakni PT Bukit Pembangkit Innovative. Nah, itu ada aset Negara yakni lahan yang diduga hilang,” kata Ali Mukantoro saat itu.

Diungkapkannya, dikarenakan ada aset Nagara yang diduga hilang makanya Kejati Sumsel melakukan pemeriksaan terhadap Aswari Rivai.

“Ini kan ada aset Negara yang diduga hilang makanya kita memeriksa saksi-saksi dari semua pihak dan siapapun, untuk melakukan konfirmasi. Termasuk, memeriksa beliau (Aswari Rivai),” ujar Kajati.

Baca Juga :   Tes CPNS Hari Pertama, Kementerian ATR/ BPN (FOTO)

Lanjutnya, pemeriksaan Aswari Rivai dilakukan karena sebelumnya ada yang melaporkan ke Kejati Sumsel. Untuk itulah jaksa penyidik memanggil dan memeriksa Aswari Rivai.

“Dalam pemeriksaan yang dilakukan kita meminta keterangannya, sejauh mana dia tahu dan kejadiannya sebenarnya seperti apa. Sebab, kami memeriksa karena ada laporannya dari pihak yang asetnya diduga hilang, yakni Negara. Kalau untuk luas lahannya saya lupa,” tandas Ali Mukantoro kala itu.

Terpisah, Aswari Rivai saat dikoonfirmasi Suara Nusantara, Kamis malam (4/4/2019) melalui sambungan telepon saat itu mengatakan, jika dirinya sedang berada di jalan.

“Saya lagi di jalan dek,” ujar Aswari ketika itu sambil menutup teleponnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Buronan Penipuan Putri Arab Ditangkap di Palembang

Palembang, KoranSN Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menangkap tersangka Evie Marindo Christina (57), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.