KEK TAA Jadikan Sumsel Provinsi Terdepan di Indonesia

Sekda Sumsel, Nasrun Umar saat membuka jumpa pers. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pemerintah Provinsi Sumsel terus menjadikan Sumsel terdepan dari provinsi lain di Indonesia. Salah satu langkah mewujudkan hal tersebut, ialah dengan akan dilaunchingnya Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api (KEK TAA) pada Juni 2018 mendatang, serta pengembangan pelabuhan laut dalam Internasional di Tanjung Carat yang akan dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT SMS Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS) dan PT Sriwijaya Tanjung Carat (STC).

Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Nasrun Umar didampingi Dirut PT SMS, IGP Surya Adinegara dan PMU KEK TAA, Regina, Selasa (2/1/2018) mengatakan, saat ini proses pengerjaan KEK TAA sudah mencapai 70 persen, dari itu bulan Juni nanti siap untuk dilaunching.

“Seperti kita ketahui Ikon pembangunan Sumsel secara keseluruhan ada di KEK TAA, dan apabila terwujud dalam waktu tidak lama tentu suatu hal yang luar biasa. Dimana wilayah tersebut, penghasil Karet terbesar di Indonesia, Kelapa Sawit serta Gas dan akan terdapat akses jalur laut,” ungkap Nasrun Umar.

Masih dikatakannya, jika pihaknya saat ini juga akan mengembangkan pelabuhan laut Internasional Tanjung Carat, yang akan menjadi bagian dari KEK TAA. Apabila dua kawasan tersebut sudah dibuka akan menjadi sejarah di Sumsel. Dimana, kawasan tersebut bisa dijadikan hilirirasi jalur laut di Sumsel, yang dapat meningkatkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, sehingga hasilnya bisa berpotensi meningkatkan PAD sesuai PP 51 Tahun 2014,” ungkap Nasrun Umar.

Baca Juga :   Pangdam dan Kapolda Cek Pasukan Antisipasi Bencana Alam

Ia melanjutkan, prises pengerjaannya sudah melalui proses tahapan, seperti membentuk kelembagaan tentang dewan kawasan ekeonomi khusus serta pembentukan administrator KEK TAA yang akan dikelola Kabupaten Banyuasin lantaran wilayah tersebut masuk ke dalam Kabupaten Banyuasin.

Selain itu pembangunan fisik juga telah dilakukan, seperti; jalan masuk menuju KEK TAA dan gerbang, dimana pembebasan lahan tahap pertama seluas 217 hektera dan ditetapkan sebagai proyek Strategis Nasional sesuai Peraturan Presiden (PP) No 58 Tahun 2017 tentang percepatan pembangunan.

“Sedangkan pembangunan fasilitas lainnya yakni, pembangunan Tol Kapal – Betung yang panjangnya 68 Km. Dengan perluasan wilayah ini maka menunjang pelabuhan laut dalam dan kita juga telah mendapatkan investor dari PT Pusri, PLN, Bank Sumsel Babel serta PT Palindo II yang mempunyai tugas masing-masing di bagiannya,” jelasnya.

Baca Juga :   Sumsel Dapat Bantuan 5 Bus Air dari Kemenhub RI

Sementara Dirut PT SMS, IGP Surya Adinegara menuturkan, kawasan KEK TAA ini pengerjaannya kejar tayang. Jadi, harus terus diawasi. Selain itu pihaknya juga mengerjakan reklamasi Tanjung Carat yang fasilitasnya dari gerbang masuk KEK TAA hingga pelabuhan.

“Pengerjaan kami ini kejar tayang, semoga bulan Mei mendatang sudah terbentuk 70 persen dan bulan Juni akan diresmikan. Sedangkan untuk reklamasi Tanjung Carat, DED nya berbentuk segitiga dan terdapat ada lima blok, logistik dan SDA serta lainnya. Sementara untuk luasan Tanjung Carat sendiri 2.202 hektare dengan kedalaman laut apabila surut 21 meter dan laut dalam sampai 25 meter,” tandasnya. (rgn)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

496 ASN dan Non ASN Pemkot Palembang Kantongi Id Card e- Money

Palembang, KoranSN Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dalam penerapan gerakan uang non tunai, bukan isapan …