Keluarga Korban Mutilasi di Ogan Ilir Minta Pelaku Segera Tertangkap & Dihukum Mati

Jenazah korban mutilasi saat tiba di RS Bhayangkara. (Foto-Dedy/KoranSN)

Ogan Ilir, KoranSN

Pihak keluarga korban Karoman meminta agar pelaku yang telah membunuh dan memutilasi korban segera tertangkap dan dijatuhkan hukuman mati. Demikian dikatakan Mardiah, yang merupakan istri dari korban Karoman.

Menurutnya, meskipun saat ini identitas pelaku belum terungkap namun dirinya berharap kepada pihak kepolisian agar pelakunya segera ditangkap dan diganjar hukuman setimpal.

“Saya minta pelaku dihukum mati jika tertangkap,” tegas Mardiah, Minggu (9/6/2019).

Dengan tewasnya korban maka Mardiah kini harus menghidupi sendiri kelima anaknya, dimana anak korban yang paling besar saat ini baru berusia 12 tahun.

Pantauan di lapangan, rumah korban yang terletak di Dusun 2 Desa Pinang Mas Kelurahan Sungai Pinang Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir, berbentuk panggung berukuran kecil dan sederhana yang lokasinya di tepi sungai.

Menurut Mardiah, di sungai tersebutlah setiap malam suaminya Karoman mencari ikan menggunakan perahu, dalam menangkap ikan di sungai korban selalu menggunakan tombak bambu.

“Biasanya dalam semalam suami saya mendapat 2 Kg ikan, yang kemudian ikan tersebut dijualkan ke pasar atau langsung ke warga. Hasil dari penjualan ikan biasanya mendapat uang sebesar Rp 50.000 hingga Rp 80.000, dan langsung dibelikan beras untuk makan sehari-hari. Suaminya saya tidak ada pekerjaan lain selain mencari ikan itu,” kata Mardiah.

Baca Juga :   Ditinggal ke Jawa, Rumah Hangus Diamuk 'Si Jago Merah'

Mardiah mengaku heran ada orang yang tega berbuat begitu keji dan kejam pada suaminya, dan sepengetahuannya suaminya selama ini tidak mempunyai musuh.

“Suami saya itu tidak punya musuh, setiap malam pekerjaan mencari ikan, saya heran ada yang begitu kejam pada suami saya,” tandasnya.

Sementara Kapolres Ogan Ilir, AKBP Gazali Ahmad beserta rombongan tampak mengunjungi rumah korban Karoman di rumah duka. Kapolres menemui istri korban dan kelima anaknya yang masih kecil-kecil, dalam kunjungan itu Kapolres juga memberikan bantuan Sembako dan uang serta mengucapkan belasungkawa.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengungkapkan perkembangan proses penyelidikan kasus mutilasi korban Karoman. Dikatakannya jika pihak kepolisian saat ini secara maraton melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah warga Desa Pinang Mas Kabupaten Ogan Ilir. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengambil keterangannya sebagai saksi guna mengetahui, apakah sebelumnya korban pernah terlibat keributan atau ada masalah.

“Jadi sampai kini kami masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap pelaku yang telah membunuh dan memutilasi korban,” katanya.

Menurut Kabid Humas, selain memeriksa saksi dari sejumlah warga desa, dalam proses penyelidikan ini pihak kepolisian juga memeriksa saksi dari pihak keluarga korban.

Baca Juga :   Satres Narkoba Polres Lahat Kembali Sikat Tersangka Narkoba

“Adapun salah satu keluarga korban yang diperiksa sebagai saksi, yakni istri korban. Sedangkan untuk hasil pemeriksaan para saksi baik saksi dari warga ataupun dari pihak keluarga belum dapat kami sampaikan guna kepentingan penyelidikan,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, pemeriksaan para saksi tersebut dilakukan lantaran jenazah korban yang ditemukan tewas dimutilasi di kawasan Sungai Arisan Bopeng, yang letaknya berdekatan dengan tempat tinggal korban di Desa Pinang Mas.

“Untuk TKP dalam kasus ini kan berada di dekat rumah korban atau masih dalam kawasan kampung korban. Sehingga ruang lingkupnya kecil, makanya kami memeriksa saksi-saksi dari warga desa guna menggali keterangannya untuk mengungkap pelaku pembunuhan dan mutilasi korban,” terangnya.

Lanjut Kabid Humas, sejauh ini pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah pelakunya kenal atau orang dekat korban. Namun dari luka yang berada di tubuh korban diduga pelaku dendam terhadap korban.

“Jadi untuk pelakunya masih dalam proses penyelidikan dan kini polisi masih melakukan lidik,” tutupnya. (man/ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Panggil Dua Saksi Untuk Tersangka Walikota Dumai

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus suap terkait pengurusan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.