Home / Headline / Keluarga Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku Pembunahan Sadis PNS DLHK Palembang

Keluarga Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku Pembunahan Sadis PNS DLHK Palembang

Keluarga korban Ir M Rasyid saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Tampak, Haropi kakak kandung korban (mengenakan kaca mata). (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pihak keluarga dari korban Ir M Rasyid (56), PNS di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang yang ditemukan tewas membusuk dengan kondisi kepala pecah dan leher terjerat selimut di dalam kamar, meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku pembunuhan korban yang dinilai sadis tersebut.

Demikian dikatakan Haropi (62), kakak kandung korban M Rasyid saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang usai penyerahan jenazah korban.

Diungkapkan Haropi, dalam pemeriksaan jenazah korban di rumah sakit, pihak keluarga meminta kepada pihak kepolisian agar jenazah korban tidak hanya dilakukan visum luar, akan tetapi juga dilakukan otopsi.

“Memang kami yang meminta agar jenazah korban diotopsi. Tujuannya, agar polisi dapat mengetahui penyebab meninggalnya korban sehingga mempermudah proses penyelidikan untuk menangkap pelakunya. Meskipun demikian, kami dari pihak keluarga tidak diberitahukan hasil dari otopsi itu. Sebab kata petugas, hasil otopsi hanya digunakan polisi untuk penyelidikan kasus ini” ujarnya.

Masih dikatakannya, jika dirinya secara pribadi menilai bahwa pelaku pembunuhan korban bukan orang dekat, melainkan orang yang tidak kenal dengan korban.

“Kalau menurut saya, pelakunya bukan orang dekat. Sebab sepeda motor dan HP milik Almarhum yang berada di dalam rumah hilang, tapi kami serahkan semuanya kepada polisi, biar petugas melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini,” terangnya.

Lanjut Haropi, usai jenazah koban diterima, selanjutnya jenazah dibawa ke Desa Ulak Kemang Baru Kecamatan Pampangan OKI.

“Almarhum akan dimakamkan di Desa Ulak Pampangan OKI. Karena di sana ada pemakaman keluarga. Malam inilah, jenazanya langsung kami bawa, setiba di OKI jenazah akan segera dimakamkan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ir M Rasyid, Minggu (4/3/2018) pukul 09.30 WIB ditemukan tewas membusuk di dalam kamar di kediamannya di Komplek Perumnas Talang Kelapa Blok 6 RT 17 RW 09 Kecamatan Alang Alang Lebar Palembang.

Kepala SPKT Polresta Palembang, Ipda Ridwansyah mengatakan, dari olah TKP yang dilakukan di lokasi kejadian, polisi mendapati tabung gas LPG 3 Kg yang di tabungnya terdapat bercak darah. Selain itu satu unit sepeda motor dan handphone (HP) milik korban di dalam rumah hilang dibawa oleh pelaku.

“Bukan hanya itu, leher korban juga terjerat selimut. Dari itu diduga korban Ir M Rasyid ini tewas dibunuh oleh pelaku pencurian dan kekerasan. Apalagi dari pemeriksaan diketahui jika pintu samping rumah korban kuncinya telah terbuka,” ungkapnya usai membawa jenazah korban ke forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Keluarga korban Ir M Rasyid dan petugas Rumah Sakit Bhayangkara Palembang saat melakukan Shalat Jenazah dihadapan peti berisi jenazah Ir M Rasyid.

Sedangkan Haropi (62), kakak kandung korban mengatakan, jika dirinya yang pertama kali menemukan korban sudah tewas di dalam kamar. Tak lama kemudian datang warga dan pihak kepolisian.

“Pagi itu saya mau melihat adik saya Rasyid. Sebab, sejak Senin kemarin (26/2/2018) dia (korban) HP-nya sudah tidak aktif lagi hingga membuat saya dan adik saya yang ada di Belitung was-was. Dari itulah saya mendatangi rumah korban,” ungkapnya.

Diceritakaanya, saat tiba di depan rumah korban dirinya melihat pintu pagar rumah sedikit terbuka hingga ia masuk ke halaman rumah. Kemudian, dirinya mengetok pintu sambil memangil-manggil nama korban akan tetapi tak ada jawaban dari dalam rumah.

“Karena curiga, lalu saya menuju pintu samping rumah dan saat itulah saya melihat pintu sedikit terbuka dan saya pun masuk ke dalam rumah. Ketika berada di dalam, saya mencium aroma yang tak sedap kemudian saya masuk ke kamar dan melihat korban sudah meninggal dunia di atas kasurnya,” jelasnya.

Masih dikatakannya, melihat korban tewas membuat dirinya teriak histeris sehingga warga banyak berdatangan.

“Saya teriak minta tolong ke warga sambil mengatakan jika adik aku sudah jadi mayat di dalam kamar, sehingga warga dan Ketua RW datang. Tak lama kemudian datang juga polisi hingga jenazah adik saya dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Lanjutnya, dirinya selaku kakak korban tidak memiliki firasat apapun jika korban akan ditemukan tewas. Hanya saja korban sempat menitipkan sertifikat rumah kepadanya pada bulan Februari 2018 kemarin.

“Saya tanya mengapa menitipkan sertifikat rumah kepada saya, saat itu korban mengatakan, katanya ‘mau ke tempat adik di Belitung, sekalian buat jaga-jaga siapa tahu akan meninggal dunia, mengingat usia sudah lanjut usia’. Baru sekarang saya sadar, jika perkataan itu ternyata pesan terakhir Almarhum kepada saya,” terangnya. (ded)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Ditemukan Dugaan Money Politic di Pagaralam

Pagaralam, KoranSN Hari pertama masa tenang Pilkada Kota Pagaralam ditemukan dugaan money politic atau politik ...

error: Content is protected !!