Home / Gema Sriwijaya / Kemarau, Sampah Menumpuk di Lahat

Kemarau, Sampah Menumpuk di Lahat


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Sampah menumpuk di saluran air di Kota Lahat. (Foto-Robby/KoranSN)

Lahat, KoranSN

Musim kemarau saat ini banyak siring- siring besar atau ‘ayek tue’ di Kota Lahat mulai kotor dan banyak sampah yang menumpuk.

Hal ini lantaran masih ada sebagian masyarakat membuang sampah sembarang. Sehingga sampah menumpuk dan air yang bergenang pada permukaan got tidak rata. Akibatnya, banyak nyamuk.

Seperti yang dialami Emi (38), warga Jalan Lahangan Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat.
Dirinya mengaku pada musim kemarau saat ini banyak nyamuk di rumahnya dan tetangganya. Apalagi berada di pinggir saluran air.

Baca Juga :   Tangis Haru Sambut Kedatangan Jenazah Rapi

“Kalau musim hujan biasanya air tidak bergenang dan sampah- sampah terbawa air. Kalau sekarang tergenang dan menumpuk ketika kemarau,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, genangan dan tumpukan sampah juga terlihat di beberapa lain seperti di Jalan Veteran, Bandar Agung Lahat. Tampak, tumpukan sampah mengenangi aliran sungai tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Lahat, dr H Rasyidi Amri MT MKM melalui Kabid Pengendalian Penyakit Menular Ubaydillah SKM MKes mengatakan, bahwa memang nyamuk yang biasa bertelur di air kotor ialah nyamuk yang membawa penyakit Malaria. Apalagi, Lahat sendiri merupakan endemik Malaria sehingga saat musim kemarau memang rawan Malaria, terutama di kawasan pinggiran aliran sungai.

Baca Juga :   Wabup: Tak Ada Ampun Bagi Penyetrum Ikan di Sungai

“Namun di musim kemarau penyakit yang diwaspadai ialah Ispa, disentri dan tipus,” ungkapnya. (rob)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

110 Pejabat Fungsional Dilantik

Lahat, KoranSN Sebanyak 110 pejabat fungsional terdiri dari 77 bidan, 30 penyuluh pertanian dan 3 …