Kematian Terkait Rokok Elektrik di AS Melonjak Jadi 39 Orang

Seorang pria mengebulkan asap dari rokok elektronik sambil berjalan di kawasan Broadway di New York City, Amerika Serikat. (foto-antaranews)

Washington, KoranSN

Jumlah orang yang meninggal karena penyakit yang berkaitan dengan rokok elektrik di Amerika Serikat telah meningkat jadi 39, kata lembaga perlindungan kesehatan negeri tersebut.

Lembaga tersebut, Center for Disease Control and Prevention (CDC), mengumumkan bahwa jumlah kasus cedera paru-paru yang berkaitan dengan vaping telah melonjak jadi 2.051.

Kasus cedera paru-paru yang berkaitan dengan penggunaan produk e-cigarette, atau vaping, dilaporkan muncul di semua 49 negara bagian, kecuali Alaska, District of Columbia, dan Virgin Islands AS.

Baca Juga :   Awas, Membunyikan Leher Bisa Picu Saraf Kejepit

“Usia menengah pasien yang meninggal ialah 53 tahun dan berkisar dari 17 sampai 75 tahun,” tambah CDC, Jumat (8/11/2019).

Kebanyakan pasien melaporkan mereka menggunakan vaping THC, bahan psikoaktif pada ganja, kendati para penyelidik belum secara resmi menentukan penyebab penyakit tersebut yang mencakup gangguan pernafasan, nyeri dada dan muntah.

CDC menyarankan masyarakat agar tidak menggunakan produk rokok elektrik atau vaping yang berisi THC dan agar tidak memodifikasi produk yang dibeli melalui gerai eceran. (Antara/Anadolu Agency/ded)

Iklan Polres Lahat

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tanda Sistem Imun Tubuh Anda Lemah dan Cara Mengatasinya

Jakarta, KoranSN Tahu kondisi sistem kekebalan tubuh Anda sangat penting terutama karena seluruh dunia saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.