Senin , Desember 10 2018
Home / Headline / Kembalikan Kerugian Negara Tidak Hapus Pidana Terdakwa Dugaan Korupsi Lift BPKAD

Kembalikan Kerugian Negara Tidak Hapus Pidana Terdakwa Dugaan Korupsi Lift BPKAD

Jaksa Kejari Palembang menerima penyerahan uang kerugian negara yang diserahkan oleh kuasa hukum terdakwa Mardjuki. (foto-humas kejari palembang)

Palembang, KoranSN

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Andi Andri Utama, Rabu (14/11/2018) mengungkapkan, salah satu terdakwa dugaan korupsi pengadaan lift Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang tahun 2015, yakni Ir Mardjuki MT telah mengembalikan uang kerugian negara senilai Rp 58.200.000.

Menurut Andi, pengembalian uang kerugian negara tersebut merupakan yang kedua kali dilakukan oleh terdakwa. Sebab sebelumnya, Mardjuki juga telah menyerahkan uang kerugian negara senilai Rp 251.800.000.

“Total kerugian negara yang terjadi dalam dugaan kasus ini yakni Rp 310.000.000. Pertama terdakwa menyerahkan Rp 251.800.000, dan yang kedua ini terdakwa Mardjuki melalui kuasa hukumnya kembali mengembalikan kerugian negara senilai Rp 58.200.000. Dengan demikian, total semua uang kerugian negara kini telah dikembalikan terdakwa,” katanya.

Ditegaskan Andi, dalam dugaan kasus ini ada dua terdakwa yang kini sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Klas I A Palembang, dimana selain terdakwa Mardjuki satu terdakwa lainnya yakni Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Sekretariat Daerah Pemkot Palembang, Anda Rani Murbiastuti ST MM (44), yang saat dugaan kasus ini terjadi menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Jadi meskipun semua uang kerugian negara dalam perkara ini telah dikembalikan terdakwa. Namun hal tersebut tidak menghapus pidana kedua terdakwa. Hal inisesuai dengan Pasal 4 UU No.20 tahun 2001 Juncto UU No.31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Klas I A Palembang yang diketuai oleh Abu Hanifah SH MH dengan Hakim Anggota Imam Santoso SH MH dan Suryadi S. Sos SH MH, Senin (12/11/2018) menahan kedua terdakwa di lokasi berbeda. Dimana untuk terdakwa Anda Rani Murbiastuti ditahan di Rutan Merdeka Palembang sedangkan terdakwa Mardjuki ditahan di Rutan Pakjo Palembang.

Baca Juga :   Wakapolda: Tindak Tegas Pelaku Tawuran Jembatan Geledek Bersenpi

Penahanan kedua terdakwa tersebut dilakukan setelah Majelis Hakim membacakan penetapan penahanan dalam sidang perdana kedua terdakwa dengan agenda dakwaan.

“Dengan ini kami Majelis Hakim yang menyidangkan perkara dugaan korupsi ini menetapkan terdakwa Anda Rani Murbiastuti dan terdakwa Mardjuki ditahan selama 30 hari kedepan di rumah tahanan negara (Rutan). Dimana untuk terdakwa Anda Rani Murbiastuti kami tahan di Rutan Merdeka Palembang, sedangkan untuk terdakwa Mardjuki ditahan di Rutan Pakjo Palembang,” tegas Ketua Majelis Hakim, Abu Hanifah dalam persidangan.

Sementara dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang juga menjabat sebagai Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Palembang, Andi Andri Utama mengungkapkan, kedua terdakwa didakwa dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 55 Subsider Pasal 3 dan Pasal 9 Undang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Adapun ancaman pidananya 4 tahun kurungan penjara.

Diungkapkan Andi, dalam dugaan kasus ini jaksa menilai jika terdakwa Anda Rani Murbiastuti dan terdakwa Mardjuki telah melakukan perbuatan melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu koorporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, baik orang yang melakukan, yang menyuruh melakukan ataupun turut melakukan perbuatan tindak pidana korupsi.

“Bahkan akibat perbuatan terdakwa Anda Rani Murbiastuti dan terdakwa Mardjuki ini terjadi kerugian negara sebesar Rp 310.000.000. Maka dari itu kami meminta agar Majelis Hakim yang menyidangkan perkara ini dapat menjatuhkan pidana sesuai pasal pidana yang kami dakwakan kepada kedua terdakwa,” ungkapnya saat membacakan dakwaan kedua terdakwa di perisidangan.

Baca Juga :   Lengkapi Berkas HBA & Istri, KPK Periksa Saksi-Saksi

Masih dikatakannya, dugaan kasus ini terjadi bermula saat terdakwa Anda Rani Murbiastuti ditunjuk sebagai PPK pada kegiatan pengadaan lift BPKAD Kota Palembang tahun 2015 berdasarkan keputusan Kepala BPKAD Kota Palembang saat itu.

“Dengan ditunjuknya sebagai PPK, selanjutnya terdakwa Anda Rani Murbiastuti melakukan kontrak kepada terdakwa Mardjuki selaku pihak rekanan, hingga terdakwa Mardjuki melakukan pengerjaan lift pada Kantor BPKAD tersebut,” jelasnya.

Diungkapkan JPU, namun dalam pengerjaanya terdakwa Mardjuki membeli lift tersebut di Cina yang dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi ahli diketahui jika lift yang dipasang di Kantor BPKAD Palembang tidak sesuai spesifikasi hingga menimbulkan kerugian negara.

“Adapun spesifikasi yang tidak sesuai tersebut, yakni terkait beban angkut. Dimana seharusnya lift tersebut bisa mengakut 8 orang dalam 1 kali angkut namun dari hasil pemeriksaan lift tersebut tidak dapat mengakut beban 8 orang melainkan hanya 4 orang. Selain itu, power volts pada lift tersebut juga tidak sesuai dengan spesifikasinya,” katanya.

Bukan hanya itu lanjut jaksa, dalam dugaan kasus ini terdakwa Anda Rani Murbiastuti selaku Pejabat Pembuat Komitmen tidak memperhatikan ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 66 ayat (7) Peraturan Presiden No. 70 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas Peraturan Presiden No. 54 tahun 2010 dalam menentukan spesifikasi teknis barang/jasa, Harga Perkiraan Sendiri (HPS) serta rancangan kontrak.

Sekedar mengingatkan, adapun nilai proyek pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang tahun 2015 tersebut yakni senilai Rp 1,4 miliar. Dari hasil penyelidikan jaksa Kejari Palembang ditemukan bukti dugaan terjadinya pidana korupsi dalam proyek tersebut sehingga membuat negara mengalami kerugian Rp 310.000.000. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

15 Pasangan Mesum Terjaring Operasi Pekat Musi

Palembang, KoranSN Jajaran Polresta Palembang, Sabtu malam (8/12/2018) menggelar razia dengan sandi Operasi Pekat (Penyakit ...

error: Content is protected !!