Kemenkes Khawatir WNI di Kapal Pesiar Terpapar Corona Mutasi Baru

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr Achmad Yurianto saat diwawancarai awak media massa di Jakarta, Jumat (21/2/2020). (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Kementerian Kesehatan RI mengkhawatirkan para Warga Negara Indonesia  yang menjadi Anak Buah Kapal di kapal pesiar Diamond Princess terpapar virus corona mutasi baru.

“Dilihat dari tren penyakitnya seperti apa yang terjadi di China, maka kelompok ini dikhawatirkan munculnya mutasi baru dari Covid-19,” kata Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr Achmad Yurianto di Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Ia mengatakan, dari beberapa referensi yang dibaca termasuk pemantauan situs milik badan kesehatan dunia atau WHO menunjukkan seseorang positif terpapar virus corona namun gejala klinisnya makin ringan.

Baca Juga :   BPJS Ingatkan Rumah Sakit Jangan Diskriminatif Terhadap Pasien JKN-KIS

“Bahkan beberapa dilaporkan tanpa gejala. Positif tanpa gejala,” ucapnya.

Artinya, gejala medis dari penyakit tersebut sudah bergeser menjadi seperti flu biasa. Kondisi itu saat ini menjadi perhatian WHO yang kemudian kewaspadaan harus makin ditingkatkan.

Akibatnya, kebijakan karantina terhadap penderita diharapkan selama 28 hari dimana sebelumnya hanya 14 hari. Apalagi, temuan di China keluhan baru muncul pada hari ke 20.

“Ini baru terjadi di akhir-akhir dan kebanyakan di luar Hubei,” katanya.

Oleh karena itu, katanya, kewaspadaan terhadap ancaman virus corona harus lebih ditingkatkan karena gejalanya baru muncul setelah 14 hari meskipun gejala klinis jauh lebih ringan.

Baca Juga :   Dinkes Gunung Kidul Memberi Antibiotik Kepada 540 Warga Terpapar Antraks

Pemerintah menegaskan, para WNI di kapal pesiar itu akan menjalani masa inkubasi lebih lama dibandingkan WNI yang sudah menjalani observasi di Natuna beberapa waktu lalu.

“Khusus untuk kapal yang di Jepang kita membuat kebijakan proses observasi selama dua kali inkubasi,” ujar dia.

Ia menjelaskan, apabila para WNI tersebut sudah kembali ke Indonesia maka akan dilakukan pemeriksaan ulang. Baik secara fisik maupun virus yang mungkin saja terdapat di tubuh mereka. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Gubernur Sumsel Harapkan Masyarakat Perantaun Tunda Mudik Ramadhan

Palembang, KoranSN Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengharapkan masyakarat asal provinsi ini dan sedang berada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.