Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020

Kemenkes Upayakan Layanan Kesehatan Jiwa di Seluruh Puskesmas

Buang Haryono sedang berkegiatan menganyam sebagai terapi kesehatan jiwa di Puskesmas Gitik Banyuwangi, Rabu (2/10/2019). (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Kementerian Kesehatan mengupayakan pengembangan layanan kesehatan jiwa dilakukan di layanan kesehatan primer seperti Puskesmas untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (8/10/2019), pengembangan layanan kesehatan jiwa di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama juga upaya untuk mengurangi stigma terhadap pasien dengan gangguan kesehatan jiwa dan menata sistem rujukan.

“Peningkatan pelayanan kesehatan yang diharapkan nantinya mencakup antara lain kemudahan akses, keterjangkauan, efektif, efisien serta memperhatikan hak-hak asasi manusia,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono.

Dengan dihadirkannya layanan kesehatan jiwa di seluruh Puskesmas diharapkan layanan itu tidak hanya untuk penanganan gejala masalah kesehatan jiwa, tetapi juga mencakup pemahaman masyarakat sekitarnya yang akan membantu peningkatan kualitas hidup pasien penderita.

Baca Juga :   Dinkes Berikan Bantuan Asupan Gizi dan Vitamin Di SLB

Pemerintah Indonesia sebelumnya menjadi koordinator negara-negara ASEAN dalam menyusun Panduan Integrasi Pelayanan Kesehatan Jiwa pada Layanan Kesehatan tingkat Primer dan Sekunder.

Pertemuan tersebut sekaligus menyongsong Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang diperingati tiap tanggal 10 Oktober.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan Fidiansjah menyampaikan bahwa panduan dimaksudkan untuk mengembangkan dan mempromosikan integrasi pelayanan kesehatan jiwa ke dalam pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kesehatan dasar bagi negara anggota ASEAN.

Hal ini penting dilakukan mengingat pelayanan kesehatan jiwa sebagian besar diberikan di pelayanan kesehatan sekunder dan tersier, sehingga upaya deteksi, penilaian, dan manajemen pelayanan masalah kesehatan jiwa tidak dekat dengan masyarakat, utamanya di daerah terpencil dan perdesaan.

Baca Juga :   Dinkes Gunung Kidul Memberi Antibiotik Kepada 540 Warga Terpapar Antraks

Panduan selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan negara anggota ASEAN dalam mengembangkan integrasi layanan kesehatan jiwa pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat primer dan sekunder sesuai kebutuhannya.

Negara-negara menyepakati kerja sama ASEAN dalam penanganan kesehatan jiwa untuk digiatkan dengan semangat solidaritas dan saling membantu. Beberapa negara anggota telah maju dalam penanganan masalah kesehatan jiwa, namun beberapa negara masih dalam tahap mengembangkan kebijakan dan programnya.

Oleh karena itu, kolaborasi ASEAN harus terus ditingkatkan guna memastikan finalisasi pedoman dan mengoptimalkan serta memperkuat kapasitas dan manajemen sistem pelayanan kesehatan jiwa di Asia Tenggara. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pemkot Batam Jadwalkan Senam Rutin Tangkal Virus Corona

Batam, KoranSN Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau menjadwalkan senam rutin untuk aparatur sipil negara (ASN) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.