Sabtu , Januari 19 2019
Home / Headline / Kemenkumham Sumsel Ajukan Proses Hukum 20 WNA yang Membuka Pijat Terapi

Kemenkumham Sumsel Ajukan Proses Hukum 20 WNA yang Membuka Pijat Terapi

Persatuan Jaksa Indonesia
Kepala Kantor Kemenkumham Sumsel Sudirman D Hury saat merilis tangkapan 20 warga negara asing. (foto-ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumsel, Sudirman D Hury, Kamis (10/1/2018) menegaskan, jika dirinya akan mengajukan 20 warga negara asing (WNA) yang ditangkap karena membuka pijat terapi di Ballroom Novotel Palembang ke proses hukum yang berlaku.

Diungkapkannya, dengan diajukan ke proses hukum maka saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman kasus tersebut.

“Jadi, untuk 20 WNA tersebut akan kami ajukan ke proses hukum sampai ke persidangan. Sebab dalam kasus ini, para WNA ini telah melanggar Undang-Undang Imigrasi No. 06 yang ancaman pidananya 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta,” tegas Sudirman.

Masih dikatakannya, dalam melancarkan aksinya para WNA tersebut mencari pasien menggunakan sisitem online. Sehingga diamanapun WNA ini membuka tempat praktek maka akan didatangi oleh para pasiennya.

“Seperti di Palembang ini, mereka baru satu hari melakukan kegiatan pijat terapi namun sudah sekitar 100 lebih pasien yang mengikuti pijat terapi.
Bahkan mereka mematok tarif Rp 4,5 juta untuk satu pasiennya,” jelasnya.

Baca Juga :   Kapolda Ancam Tebas & Sikat Akbar Otak Pembunuhan Sadis Driver Taksi Online

Lanjutnya, untuk 100 pasien yang mengikuti pijat terapi tersebut bukan hanya warga Palembang saja, melainkan ada juga warga dari Pulau Jawa.

“Ini dikarenakan, sebelum mereka kami tangkap di Palembang, para WNA ini sudah berhasil melakukan kegiatan terapi di Jakarta, Surabaya, Bali dan Medan. Namun baru satu hari mereka di Palembang ini, kami langsung melakukan penangkapan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kemenkumham Sumsel mengamankan 20 WNA asal Negara Malaysia, Belgia, RRC dan Hongkong yang membuka pijat terapi di Ballroom Novotel Palembang. Para WNA ini diamankan karena melanggar penggunaan pasport wisata yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan usaha komersial.

Ke-20 WNA yang diamankan tersebut terdiri dari 11 pria dan 9 wanita, mereka yakni; Leong Yann Kong alias Cris Lee selaku pimpinan pijat terapi dan Kellie Tan Mey Yean alias Mey Mey selaku pihak penunjuk jalan hingga para WNA tiba di Palembang.

Sedangkan untuk WNA lainnya berperan sebagai pekerja terapi, mereka yakni; Diong Cha Ying, Chin Guan Chian, Chap Lai Kin, Liew Jung Ting, Muhamad Eddi, Cho Jian Bin, Lee Yoon Shen, Widad, Cheong Siew Kiat, Lim Yoke Yean, Kahirul Azhar, Chan Kai Wen, Fong Chen Kin, Ng Mein Ming, Li On Ki, Hou Chun, Chan Wing Hong dan Lam Hoi Wing.

Baca Juga :   Polres Lahat Terus Selidiki Dugaan Kasus Majelis Taklim Al-Lail

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumsel, Sudirman D Hury mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari pihaknya mendapati informasi jika ada puluhan WNA yang masuk ke Kota Palembang. Menindaklanjuti informasi tersebut kemudian dirinya melakukan operasi inteligen dengan sandi Musi Bergerak.

“Setelah tim kami turunkan melakukan penyelidikan, hasilnya diketahui jika puluhan WNA ilegal berada di suatu gedung yakni di ballroom Novotel Palembang. Setelah dicek, ternyata para WNA itu melakukan kegiatan usaha komersial, yakni pijat terapi. Dari itulah petugas melakukan pemeriksaan, dan ternyata pasport mereka hanya untuk wisata atau kunjungan, bukan pasport bekerja atau untuk melakukan kegiatan usaha. Dari itulah, 20 WNA tersebut langsung kami amankan,” ujarnya saat menggelar ungkap kasus di Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Begal di Lubuklinggau Selatan Dihajar Warga, Sepeda Motor Pelaku Dibakar

Lubuklinggau, KoranSN Spesialis begal motor, Ain (19) babak belur dihajar warga saat tertangkap melakukan begal ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.