Kenapa ya, Sudah Heboh Apa Saya Diperiksa?

Gedung KPK. (foto-net)
Gedung KPK. (foto-net)

Palembang, KoranSN

Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Banyuasin, Ria Apriani, Kamis sore (13/10/2016) diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi saksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian.

Ketika dikonfirmasi melalui ponsel pribadinya, Ria Apriani membenarkan jika dirinya diperiksa KPK untuk menjadi saksi. “Emang kenapa ya, sudah heboh apa saya diperiksa,” ujarnya.

Bahkan Ria Apriani mengatakan, jika dirinya diperiksa penyidik KPK selaku jabatannya sebagai kepala dinas di Banyuasin.

“Ya, saya diperiksa KPK sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Banyuasin. Diperiksa sebagai saksi dan pemeriksaannya baru saja selesai, capek,” ujarnya saat dihubungi Kamis sore (13/10/2016) pukul 16.47 WIB.

Disinggung sejak pukul berapa ia menjalani pemeriksaan di KPK dan apakah dalam pemeriksaan penyidik KPK mengajukan pertanyaan terkait proyek di dinas yang dipimpinannya? Dikatakan Ria Apriani, untuk hal tersebut dirinya tidak bisa berkomentar dan menjawabnya.

“Kalau soal berapa lama saya diperiksa, yang jelas banyak istirahatnya. Sedangkan untuk apa saja yang ditanyakan penyidik dalam pemeriksaan, itu tidak boleh disampaikan. Intinya saya diperiksa hanya sebagai saksi, sama seperti yang lainnya. Sudah dulu ya,” tutupnya.

Terpisah, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro KPK Yuyuk Andriati mengatakan, jika Ria Apriani diperiksa penyidik KPK untuk menjadi saksi Yan Anton Ferdian yang merupakan tersangka dugaan kasus suap proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di dinas pendidikan dan dinas-dinas lainnya di lingkungan Pemkab Banyuasin.

“Ada enam saksi yang diperiksa salah satunya Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah di Sumsel, Ria Apriani. Sementara untuk saksi lainnya yakni; Edwin Valentino dari pihak swasta, Ong Hang Ming dari pihak swasta, Winston Rio Humardhany dari pihak swasta, Andre Aldrian Mahira dari pihak swasta, dan Kirman yang juga dari pihak swasta. Para saksi ini diperiksa di KPK Jakarta menjadi saksi tersangka Yan Anton Ferdian yang tertangkap OTT KPK,” tegas Yuyuk.

Baca Juga :   JPU KPK Limpahkan Berkas Perkara Taufik Agustono ke Pengadilan Tipikor

Diketahui pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK merupakan pemeriksaan lanjutan karena dihari sebelumnya, Rabu 12 Oktober 2016 penyidik KPK telah memeriksa, Staf Dinas Pendidikan Banyuasin Wahyu Setya Budi, H Syaiful Bahkri, M Evansyah Putra (swasta), Yudi Widianto (swasta), dan Hj Maryam Senen (swasta).

Sementara di hari Selasa 4 Oktober 2016, penyidik KPK juga telah memeriksa Kepala Dinas (Kadis) PU Bina Marga Banyuasin, Ir Abi Hasan MP MT dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banyuasin, Dr Hakim.

Kemudian, Rabu 5 Oktober 2016, KPK juga memeriksa Kepala Dinas (Kadis) PU Cipta Karya Banyuasin, Noor Yosept Zaath dan Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Program Dinas PU Cipta Karya Sumsel, Defriansyah.

Pemeriksaan para saksi di Gedung KPK Jakarta tersebut merupakan pemeriksaan lanjutan dari pemeriksaan 30 saksi yang sebelumnya telah dilakukan KPK selama empat hari berturut-turut di Polda Sumsel.

Untuk pemeriksaan saksi di Polda Sumsel, awalnya tujuh saksi diperiksa Selasa 27 September 2016, mereka yakni; Kepala Dinas Pariwisata yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin Merki Bakri, Kepala Dinas PU Cipta Karya Noor Yosept Zaath, Kabag Unit Layanan dan Pengadaan (ULP) Banyuasin Eko Rusdianto, Staf Keuangan Sekda Banyuasin Buchori, driver Bupati Banyuasin Rusdi alias Boy, PNS PU Cipta Karya Hari Kusuma alias Ayik, dan ajudan Sekda Banyuasin Fandi.

Sedangkan, Rabu 28 September 2016 delapan saksi juga diperiksa penyidik KPK, mereka adalah; Wakil Bupati (Wabup) Banyuasin SA Supriyono, Asisten Ekonomi Pembangunan Desa dan Kesra Banyuasin Rislani A Gafar, Kepala Dinas PU Bina Marga Abi Hasan MP, Kepala DPPKAD Banyuasin Bambang Wirawan, Staff PU Banyuasin Reza Irwansyah, Staf Rumah Dinas Bupati Banyuasin Sarmidiyono alias Medi, Mantan PPK Banyuasin Iskandar, dan Mentan Staff Dinas Pendidikan Banyuasin Reza Pahlevi.

Baca Juga :   Perintis Kemerdekaan Jadi Lokasi Penjambretan

Kemudian, Kamis 29 September 2016, sebanyak delapan saksi diperiksa KPK, mereka yakni; Sekda Pemkab Banyuasin Firmansyah, Kepala Sub Bagian Pengembangan Layanan Pengadaan Pemkab Banyuasin Yulinda, Karyawan Bank Sumsel Babel Sapta, serta lima pihak swasta, Taufik Firman, Reza Ferdinan, Asmun, Indra, serta Rendi Juliansyah.

Lalu, Jumat 30 September 2016, tujuh saksi kembali diperiksa penyidik KPK di Mapolda Sumsel. Saksi-saksi tersebut adalah; Plt Kepala Bagian (Kabag) Humas Protokol Pemkab Banyuasin Robi Sandes, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Banyuasin Sadirman, Kepala Bagian Admistrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Banyuasin Arian, Admisntrasi Umum Asisten III Pemkab Banyuasin Sofran, Mantan Kepala Dinas PU Pengairan-Staf Ahli Bupati Banyuasin M Syahrial, PPK Kabid Disnakertrans Banyuasin Asmi, serta Kepala Seksi Perencanaan Program Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumsel Dafriansyah.

Diberitakan sebelumnya, dugaan kasus ini terungkap setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, Minggu 4 September 2016 di rumah dinas Bupati Banyuasin. Dalam OTT tersebut, KPK juga mengamankan barang bukti uang Rp 299,8 juta dan uang Dolar Amerika senilai 11.200 USD.

Usai dilakukan OTT, KPK pun menetapkan Bupati Yan Anton Ferdian sebagai tersangka. Selain Yan Anton, dalam perkara ini KPK juga telah menetapkan lima tersangka lainnya, mereka yakni; ‘UU’ (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), ‘ZM’ (Direktur CV PP), serta ‘K’ (pihak swasta). (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Gempa Pangandaran Kejutkan Warga Sukabumi

Sukabumi, Jabar, KoranSN Gempa bermagnitudo 5,5 yang berpusat di perairan laut selatan Kabupaten Pangandaran sempat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.