Ketika Oknum Pejabat Makin Menjadi-jadi Korupsi

1

MIRIS sekali kondisi Negeri Indonesia, tempat kita berpijak, mencari penghidupan, susah payah menemukan jati diri, tetapi mempunyai penyakit kronis yang tak pernah sembuh dari  masa ke masa. KORUPSI!, ya satu kata ini selalu menggelayut di pemerintahan setiap rezim.

Rakyat mau bilang apa? Setiap kali ada oknum pejabat yang tersandung dan tertangkap korupsi, paling jutaan rakyat yang menonton televisi dan baca berita, hanya bisa mengurut dada dan berucap miris, ‘tak ada takutnya lagi orang  untuk korupsi’.

Tak hanya di pemerintah pusat, korupsi telah menggurita sampai ke daerah-daerah, kabupaten dan kota di penjuru Tanah Air. Beragam cara dilakukan oknum pejabat dan oknum PNS untuk mengeruk keuangan negara, demi memperkaya diri sendiri.

Baca Juga :   Kasus Muba Pelajaran Untuk yang Masih Suka Korupsi

Semuanya berlomba-lomba menghabiskan anggaran di setiap lembaga. Rasanya tak lengkap mendudukuki jabatan kalau tak korupsi. Melihat ada rekan kerja yang dengan santainya melakukan kecurangan, tak mau kalah yang lain melakukan hal yang sama. Bahkan yang sangat miris, kondisi  tersebut dijadikan bahan perbincangan.

Tak ada rasa menyesal, rasa malu, rasa canggung dan toleran lagi. Mereka tak sadar bahwa cara-cara  yang mereka lakukan dilihat dan didengar banyak orang.

Siapa lagi yang akan dipercaya, ketika banyak petinggi negara di lingkar pemerintahan, satu persatu harus tersandung masalah hukum. Pejabat negara saja di level atas berulah melakukan hal yang membuat pahit Bangsa ini. Kerja KPK dan penegak hukum lainnya, amatlah berat untuk menuntaskan masalah besar Bangsa ini. Ini disebabkan korupsi sudah menjelma menjadi kebiasaan.

Baca Juga :   Sulitnya Menata Kawasan Lorong Basah Pasar 16 Ilir

Untuk perbaikan kondisi ini harus ada revolusi  untuk semuanya. Apa yang dilakukan KPK sudah memberikan efek jera bagi koruptor, untuk tak main-main lagi dengan uang negara.

KPK dan penegak hukum lainnya harus membuat efek jera ini terus dilakukan sampai penyakit Bangsa ini dapat musnah, Jangan berikan angin dan ruang bagi koruptor. (Agus Harizal Alwie Tjikmat)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

UU Cipta Kerja: Surga atau Fatamorgana?

Penulis: Nizwar Affandi (Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia) TANGGAL 5 Oktober kemarin UU Cipta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.