Ketua DPRD Muara Enim Nonaktif & Plt Kadis PUPR Terdakwa OTT Suap Proyek Terancam 4 Tahun Penjara

Suasana sidang dakwaan terdakwa Aries HB dan Ramlan Suryadi di PN Tipikor Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Ketua DPRD Muara Enim nonaktif Aries HB dan Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi, yang merupakan terdakwa OTT suap proyek Bupati Muara Enim, Senin (14/9/2020) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang.

Dalam sidang yang digelar secara virtual tersebut, kedua terdakwa didakwa Jaksa Penuntut Umun (JPU) KPK dengan pasal berlapis hingga terancam hukuman pidana 4 tahun kurungan penjara.

“Dalam perkara ini terdakwa Aries HB dan Ramlan Suryadi didakwa dengan Pasal 11 atau Pasal 12 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 (1) KUHP. Adapun ancaman hukumannya 4 tahun penjara,” tegas JPU KPK, Januar Dwi Nugroho.

Menurutnya, dakwaan yang dijatuhkan kepada kedua terdakwa lantaran dalam perkara ini terdakwa Aries HB dan Ramlan Suryadi telah melakukan perbuatan tindak pidana berlanjut bersama Ahmad Yani selaku Bupati Muara Enim yang menjabat saat dugaan kasus ini terjadi (sudah divonis berkas terpisah), A Elvin MZ Muchtar yang ketika itu menjabat sebagai Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Muara Enim (sudah divonis berkas terpisah), serta Ilham Sudiono selaku Ketua Pokja Lelang, yang semuanya menerima hadiah atau janji berupa fee dari Robi Okta Pahlevi (sudah divonis berkas terpisah) selaku pemilik PT Indo Paser Beton, terkait 16 paket proyek dana aspirasi DPRD Muara Enim 2019 yang ada di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.

Baca Juga :   Pasutri Ditabrak KA Babaranjang, Putus Tangan dan Kaki, Akhirnya Meninggal

“Adapun fee yang diberikan Robi Okta Pahlevi, yakni sebesar 15 persen dari nilai 16 paket proyek dana aspirasi DPRD Muara Enim 2019 yang ada di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim. Dimana 15 persen ini, terdiri dari; uang Rp 22,1 miliar, satu unit mobil jenis minibus, satu unit mobil pickup, dan
uang 35 ribu dolar,” ungkapnya.

Usai mendengarkan dakwaan yang dibacakan JPU KPK, Ketua Majelis Hakim Erma Suharti SH MH didampingi Hakim Anggota Abu Hanifah SH MH dan Waslam Makhsid SH MH meminta tanggapan kepada kedua terdakwa dan masing-masing penasehat hukum, apakah akan mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan JPU.

Baca Juga :   Bermodal Struk Penarikan di ATM, Pembobol Bank Kuras Uang Ratusan Juta Milik Nasabah

Menjawab pertanyaan Hakim, dalam persidangan secara bergantian penasehat hukum terdakwa Aries HB dan Ramlan Suryadi menyatakan tidak mengajukan eksepsi, sehingga Ketua Majelis Hakim Erma Suharti SH MH menutup sidang dan kembali membuka persidangan pekan depan.

“Sidang dengan ini ditutup, dan akan kembali dibuka Senin 21 September 2020 dengan agenda keterangan saksi-saksi,” ujar Ketua Majelis Hakim. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Dibunuh dan Dikarungi, Makam Sidik di Mariana Banyuasin Ditanami Pohon Pisang

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian Unit IV Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Rabu (30/9/2020) menggelar rekonstruksi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.