Home / Headline / Ketua Waria Palembang Digorok Usai Bercinta, Pelaku Tertangkap di Lubuklinggau

Ketua Waria Palembang Digorok Usai Bercinta, Pelaku Tertangkap di Lubuklinggau

Sukseskan MXGP Indonesia di Palembang, Indonesia

Syukuran Hari Jadi Kota Palembang ke 1336 Tahun

Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Tersangka (duduk dilantai) saat diamankan di Polsek IB I Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Muhammad Jagad (30), tersangka kasus pembunuhan Ketua Organisasi Waria Kota Palembang, yakni korban Ismail Efendi alias Ita (56) yang ditemukan tewas di kediaman korban di Rusun Blok 12 Palembang beberapa waktu yang lalu, Jumat (24/5/2019) ditangkap jajaran Polsek IB I Palembang.

Tersangka yang tercatat sebagai warga Jalan Simpan Kota Beringin Kecamantan Meringi Kabupaten Kepayang Curup Bengkulu ini, diringkus saat berada di rumah keluarganya di Lubuklinggau.

Saat diamankan di Polsek IB I Palembang, Sabtu (25/5/2019) tersangka Muhammad Jagad mengatakan, korban dibunuhnya dengan cara digorok dan ditikam perutnya menggunakan senjata tajam. Selain itu, dirinya juga memukul kepala korban menggunakan batu bata hingga akhirnya korban tewas bersimbah darah.

“Saya membunuh korban usai saya dan korban bercinta. Dan kami menang sudah lama berpacaran, yakni sejak saya masih SMA di Palembang,” kata tersangka.

Diungkapkannya, pembunuhan korban dilakukan bermula saat dirinya yang kini tinggal di Bengkulu pulang ke rumah orang tuanya di kawasan 35 Ilir Palembang. Dikarenakan ia tidak ada uang untuk ongkos pulang ke Bengkulu maka dirinya menemui korban.

“Ketika kejadian saya usai menggunakan Narkoba jenis sabu, kemudian saya ke rumah korban untuk meminjam uang buat ongkos pulang ke Bengkulu. Saat bertemu kami pun bercinta, setelah itu kami cekcok mulut karena korban melontarkan kata kasar kepada saya, karena saya tersinggung lantas saya mengambil pisau di dapur rumah korban,” ungkapnya.

Baca Juga :   Miras Oplosan Produksi Home Industri di Muba Dicampur Pewarna Tekstil

Dijelaskannya, saat hendak mengambil pisau di dapur, korban yang melihat dirinya berjalan ke arah dapur rumah langsung mengikuti berjalan dari belakang. Bahkan ketika itu korban melihat dirinya mengambil pisau.

“Setelah mengambil pisau, korban yang mendekati langsung saya rangkul dan menempelkan pisau tersebut ke leher korban. Karena dia melawan dan berontak, langsung saja saya gorok lehernya. Ketika saya gorok korban mendorong lalu perutnya saya tikam hingga korban jatuh ke lantai. Kemudian korban kembali saya gorok, jadi dua kali leher korban saya gorok. Untuk memastikan korban tewas selanjutnya kepala korban saya pukul pakai batu bata yang ada di dapur rumah korban,” paparnya.

Lebih jauh dikatakannya, setelah korban tewas kemudian dirinya mengambil dua unit handphone dan uang Rp 1.500.000 milik korban.

“Lalu saya kabur ke Tangerang dan Jakarta. Tak lama kemudian saya ke rumah keluarga di Lubuklinggau hingga akhirnya saya tertangkap polisi,” ujarnya.

Lanjutnya, jika dirinya tidak merencanakan pembunuhan korban, sebab kejadian tersebut dilakukannya setelah korban melontarkan kata kasar yang menyinggungnya.

Baca Juga :   Yansa Aniaya dan Ancam Bunuh Ibu Kandung

“Saya ini sudah punya istri dan anak di Bengkulu dan di sana (Bengkulu) saya buka warung, berjualan. Semenjak tinggal di Bengkulu saya sudah lupa dengan korban yang memang pacar saya, hingga akhirnya saat saya butuh uang untuk kembali ke Bengkulu saya pun menemui korban. Mungkin karena pengaruh Narkoba sampai saya nekad menemui dan menghabisi nyawa korban,” tandasnya.

Sementara Kapolsek IB I Palembang, Kompol Masnoni mengatakan, setelah menjadi buronan akhirnya Muhammad Jagad yang merupakan pelaku pembunuhan korban Ismail Efendi alias Ita berhasil ditangkap di Lubuklinggau.

“Tersangka ini telah membunuh korban yang merupakan Ketua Organisasi Waria Palembang. Adapun motif pelaku membunuh korban karena sakit hati dengan perkataan korban yang tak lain pacar tersangka. Kini tersangka dan barang bukti telah kami amankan dan dalam kasus ini tersangka kami jerat dengan Pasal 338 KUHP,” tegas Kapolsek.

Diberitakan sebelumnya, Ismail Efendi alias Ita, Sabtu malam (16/2/2019) pukul 21.00 WIB ditemukan tewas di dalam rumahnya yang juga dijadikan salon di Jalan Tuah Patinaya Rusun Blok 12 Kelurahan 24 Ilir Kecamatan IB I Palembang.

Pihak kepolisian yang medapatkan informasi tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Sementara jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (ded)

Iklan Warung Seblak Dadaan Sunda di Citimall Lahat

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Jembatan Darurat Penghubung Mesuji Lampung-OKI Dibangun

Jembatan darurat yang dibangun di samping jembatan penghubung Mesuji Lampung – OKI yang amblas, kini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.