Sabtu , Februari 16 2019
Home / Lacak / Kewajiban Polda Lengkapi Berkas ‘JA’

Kewajiban Polda Lengkapi Berkas ‘JA’

dfg
Djoko Prastowo. FOTO-DOC/DEDY/KORANSN.

Palembang,KoranSN
Kewajiban Polda Sumsel untuk melengkapi berkas perkara tersangka ‘JA’ yang saat ini berkas dinilai jaksa Kejati Sumsel belum lengkap atau P19. Demikianlah dikatakan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo, Rabu (23/11/2016).

“Kalau P19, berkasnya belum lengkap. Itu kewajiban kita (Polda Sumsel) untuk melengkapinya. Bahkan saat ini penyidik masih melengkapi berkas ‘JA’ tersebut,” kata Kapolda di Mapolda Sumsel.Diungkapkan Kapolda, meskipun berkas perkara ‘JA’ yang merupakan tersangka dugaan kasus korupsi proyek pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Kemelak Bindun Langit Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU masih P19, namun dirinya memastikan jika proses hukum untuk tersangka ‘JA’ terus berjalan.

“Jadi untuk peroses hukumnya terus kita majukan, tunggu saja waktunya,” tutup Kapolda.
Diberitakan sebelumnya, jaksa Kejati Sumsel telah menerbitkan P19 terhadap berkas perkara ‘JA’ yang merupakan tersangka dugaan kasus korupsi proyek pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) alias kuburan di Kelurahan Kemelak Bindun Langit Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU.

“Berkas perkara ‘JA’ dinyatakan P19 setelah jaksa melakukan pemeriksaan dan penelitian kelengkapan berkas seusai berkas perkara dilimpahkan Polda Sumsel ke Kejati Sumsel. Setelah melalui proses penelitian dan pemeriksaan, hasilnya jaksa Kejati Sumsel berpendapat adanya beberapa hal yang harus dilengkapi penyidik Polda Sumsel. Karena itulah, jaksa menerbitkan P19. Dalam P19 ini, jaksa Kejati Sumsel memberikan petunjuk kepada penyidik Polda Sumsel agar dapat melengkapi berkas perkara,” ungkap Kasi Penkum dan Humas Kejati Sumsel, Hotma Hutadjulu, baru-baru ini.

Baca Juga :   Buronan Kasus Pembunuhan Diciduk di 26 Ilir Saat Minum Miras

Ditanya apa yang membuat berkas perkara ‘JA’ dinilai kurang lengkap oleh jaksa? Hotma tak bisa mengungkapkan secara detail, karena menurutnya, hal tersebut sudah menjadi teknis dalam pemeriksaan berkas perkara yang dilakukan jaksa.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Cahyo Budisiswanto sebelumnya juga telah mengungkapkan, jika saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara tersangka ‘JA’ yang dinyatakan  P21 oleh jaksa.

Diketahui, dalam dugaan kasus proyek pengadaan lahan TPU ini menggunakan anggaran APBD Tahun 2012 sebesar Rp 6,1 miliar. Adapun modus yang digunakan para tersangka diduga melakukan mark-up atau pengelembungan anggaran sehingga berdasarkan hasil audit BPK RI Perwakilan Sumsel diduga terjadi kerugian negara sebesar Rp 3,49 miliar.

Dugaan kasus ini terjadi ketika ‘JA’ yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati OKU masih menjabat sebagai Ketua DPRD OKU. Bahkan sebelum ‘JA’ ditetapkan sebagai tersangka, Polda Sumsel juga telah menetapkan empat tersangka. Mereka yakni, Ir H Najamudin (mantan Kepala Dinas Sosial OKU), Drs H Umirton (mantan Sekda OKU), Drs Akmad Juanidi (mantan Asisten I OKU), dan Hidirman (warga sipil pemilik lahan).

Baca Juga :   Jadi Pengedar Narkoba Ujang Diciduk Polisi

Keempat tersangka tersebut pada Selasa 12 April 2016 lalu telah dilimpahkan Polda Sumsel ke Kejati Sumsel, dan kini keempatnya sudah menjadi terpidana usai divonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kelas I Palembang. Sebelumnya, Jumat 9 September 2016, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo telah menetapkan ‘JA’ sebagai tersangka. Penetapan tersangka terhadap ‘JA’ berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik Polda Sumsel bersama penyidik Mabes Polri, di Mabes Polri.

“Dari hasil gelar perkara di Mabes Polri untuk status ‘JA’ sudah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu dilakukan karena unsur-unsur pidananya sudah terpenuhi bahkan lebih,” ungkap Kapolda saat itu.
Bahkan dalam dugaan kasus ini ‘JA’ sudah diperiksa sebagai saksi selama dua hari berturut-turut di Polda Sumsel yakni, Kamis 25 Agustus 2016 dan Jumat 26 Agustus 2016. Kemudian setelah ditetapkan sebagai tersangka, selama dua hari berturut-turut yakni, Senin 19 September 2016 dan Selasa 20 September 2016 ‘JA’ juga telah menjalani pemeriksaan penyidik dengan status tersangkanya.

Usai menjalani pemeriksaan, saat itu ‘JA’ mengungkapkan, jika dirinya akan mematuhi prosedur hukum terkait dugaan kasus yang kini menjeratnya.
“Saya mematuhi prosedur hukum dan saya sudah dimintai keterangan, serta saya sudah berikan keterangan itu kepada penyidik,” ujar ‘JA’ waktu itu. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Alwin

Alwin

Lihat Juga

Tak Dikasih Uang, Suami di Muratara Cekik dan Ancam Istri Pakai Kapak

Musirawas, KoranSN Kasus tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi dalam wilayah hukum ...