Home / Gema Sriwijaya / Komisi III Minta Penjelasan Masalah Endikat

Komisi III Minta Penjelasan Masalah Endikat


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Suasana rapat dengar pendapat DPRD Komisi III Kota Pagaralam yang sedang berlangsung. (foto-asnadi/koransn.com)

Pagaralam, KoranSN

Komisi III DPRD Kota Pagaralam, mengundang Pemkot Pagaralam serta Balai Besar Badan dan Jembatan untuk mendengarkan penjelasan mengenai pembangunan Jembatan Endikat dan Pelebaran Liku Lematang, Senen (2/4/2018).

Ketua DPRD Kota Pagaralam, Ruslan Abdul Gani di dampingi Ketua Komisi III, Pandin Firmansyah mengatakan, memang sebelumnya pihaknya tidak bisa hadir saat rapat Koordinasi mengenai pembangunan jembatan endikat dan Liku Lematang yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, karena sedang tugas diluar Kota.

“Kami masih bertanya-tanya, kapan akan dilaksanakan pembangunan, mengenai penutupan total jalur Endikat dan Lematang apalagi dikabarkan ada satu Kecamatan yang akan terisolir kalau dilakukan penutupan total,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Pjs Walikota Pagaralam, Musni Wijaya menjelaskan, Jembatan Endikat untuk kontraknya sudah dijalankan dengan total dana Rp 6 milyar, sedangkan perluasan liku lematang kontraknya pun sudah ada dengan nilai dana 18 milyar.

“Sebenarnya pada 1 April 2018 ini sudah bisa dilaksanakan pembangunan, namun ada 3 hal yang menjadi pertimbangan yakni Pendistribusian Logistik Pilkada, pertimbangan ekonomi masyarakat menjelang lebaran, serta berdampak pada pendistribusian Sembako, BBM dan masyarakat saat ini mulai masuk masa panen raya Kopi, jadi beberapa hal tersebut kita menyepakati penutupan total jalur endikat ditunda usai Lebaran Idul Fitri,” ungkapnya.

Baca Juga :   Bangun Unit Pengelolaan Air Atasi Kelangkaan Air Bersih

Lanjut Musni, meski belum dilakukan penutupan total, Pihak Balai Besar Jembatan dan Jalan saat ini telah menyiapkan tahapan untuk membangunan jembatan dan liku lematang tersebut.

“Secara fungsional, kami meminta pihak Balai Besar Jalan dan Jembatan untuk melakukan perawatan jembatan endikat, dengan menyiapkan balok kayu, sampai dilakukan perbaikan total usai lebaran,” ujarnya.

Kemudian ungkap Musni, mengenai masyarakat di Kecamatan Dempo Selatan yang bisa saja terisolir, Pemkot Pagaralam telah melakukan berbagai langkah untuk mencari solusi bagi masyarakat.

“Sebagai langkah antisipasi atau solusi Liku Lematang agar masyarakat tidak terisolir, akan dibuat jalan yang bisa dilewati kendaraan kecil. Selain itu kami juga sudah koordinasi jalur alternatif seperti Tanjung tebat dengan panjang lebih kurang 7 KM, Kami sudah meminta kepada Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi untuk rehab jalan tanjung tebat tersebut, agar bisa dilewati kendaraan seperti truk dan juga Pembatasan Tonase Kendaraan saat melewati jalur alternatif dengan menempatkan petugas dari Dishub serta meminta pihak kepolisian untuk menjaga beberapa titik dijalur Alterbatif Simpang Mbacang-Gumay Lahat,” jelasnya.

Baca Juga :   Tim Elang Polres Empat Lawang Gerebek Sabung Ayam, Pejudi Kocar-kacir

Sementara itu Perwakilan Balai Besar Jembatan dan Jalan, M Zulkarnain menuturkan, Jembatan Endikat harus dilakukan tutup total, karena kontruksi tanah tidak menjamin untuk dilakukan sistem buka tutup.

“Mengenai masyarakat Dempo Selatan Yang bisa saja terisolir karena penutupan total Lematang, telah kami carikan solusinya, ada teknik tersendiri agar mobil kecil masih bisa lewat, dengan cara pengerjaan bertahap supaya lalu lintas dapat berjalan,” ungkapnya. (asn)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

Enam Cabor Tradisional Bakal Meriahkan Peda KTNA XIII di Muba

Sekayu, KoranSN Pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan …