Komunitas SCB Kunjungi Kompleks Pemakaman Sabokingking

Komunitas Sahabat Cagar Budaya (SCB) foto bersama usai mengunjungi Kompleks Pemakaman Sabokingking. (Foto/Ist)

Palembang, KoranSN

Komunitas Sahabat Cagar Budaya (SCB) menggelar jalan-jalan sejarah perdana ke Kompleks Pemakaman Sabokingking, Sabtu (9/1/2021). Hadir sebagai nara sumber adalah sejarawan yang juga Budayawan Palembang Kemas Ari Panji.

Menurut Kemas, Kompleks Pemakaman Sabokingking adalah salah satu kompleks pemakaman tertua di Palembang dan menjadi peristirahatan terakhir bagi sejumlah nama besar dalam sejarah Palembang.

Ia mengatakan, keberadaan Makam Sabokingking telah diketahui sebelum masa Islam di Palembang, yaitu sejak masa klasik pada masa Sriwijaya sekitar abad 7 Masehi.

Baca Juga :   Bali Dinobatkan Sebagai Destination Of The Year di Thailand

Hal ini didasarkan adanya temuan prasasti Telaga Batu yang berdasarkan jenis aksaranya sejaman dengan prasasti masa Sriwijaya. Selain itu bukti adanya peninggalan masa klasik diindikasikan temuan 2 buah batu yang merupakan asana atau tempat dudukan arca atau prasasti.

Salah satu asana tersebut terletak di dalam bangunan tertinggi satu ruang dengan nisan makam Pangeran Seda ing Kenayan, sedangkan yang satu berada di halaman bangunan di dalam pagar berdekatan dengan gapura paduraksa. Unsur-unsur kepurbakalaan di Sabokingking berlanjut dengan pada masa berikutnya, yaitu dengan adanya makam yang merupakan tokoh-tokoh awal Kesultanan Palembang. Periodisasi yang diketahui dari tokoh-tokoh pendiri Kesultanan Palembang yang dimakamkan di makam Sabokingking adalah awal abad ke-16 Masehi.  HALAMAN SELANJUTNYA  >>

Baca Juga :   Kunjungan Wisatawan Asing ke Sumbar Naik 15 Persen
Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Pemkab Rejang Lebong Gandeng Pokdarwis Kelola “Homestay”

Rejang Lebong, KoranSN Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menggandeng kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.