Home / Gema Sriwijaya / Kondisi RSUD Muara Beliti Memprihatinkan

Kondisi RSUD Muara Beliti Memprihatinkan

Musirawas, KoranSN

Keberadaan dan bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas (Mura) selama ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Sehingga, Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pembenahan dan pengembangan RSUD tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Rawas, Hj Milpta Hulummi melalui Sekretaris, M Nizar didampingi Kasubag Perencanaan, Reynaldi Oktavianus mengatakan, Dinkes mengupayakan persiapan pengembangan RSUD Muara Beliti.

Mulai dari kondisi ruangan, alat kesehatan (alkes), sumber daya manusia (SDM) dan tata ruang.

“Kita juga melakukan penambahan ruangan gizi, laboratorium, laundry, dan ruang Ronthagen. Karena, ruangan yang tersedia masih standar,” jelas Reynaldi Oktavianus, kemarin (9/10/2017).

Menurutnya, untuk ruangan rawat inap saja masih bergabung dengan penyakit dalam dan anak-anak. Poliklinik, laboratorium, manajemen dan laundry.

Dimana, ada tiga yang bergabung seperti Poliklinik bergabung dengan ruang anak-anak, dan bedah. Karena untuk ruangan maaih sangat minim.

“Kedepan kita akan menambah ruangan secara bertahap. Dan tahun 2019 ditargetkan dapat terakreditasi. Sebab, jika tidak dilakukan maka tidak bisa bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS),” tegasnya.

Menurutnya, tahun ini melalui anggaran belanja tambahan (ABT) dilakukan pembangunan instalasi pengelolah air limbah (IPAL) dan Alkes. Karena salah satu penunjang syarat pemenuhan BPJS.

Pembenahan juga dilakukan untuk sumber daya manusia. Seperti jumlah tenaga kesehatan berjumlag 128 orang dan PNS sebanyak 36 orang. Tenaga dokter ada empat orang diantaranya dua orang dokter umum, tiga orang dokter diantaranya dua orang dokter spesialis bedah dan satu orang dokter spesialis anak. Terkat masalah SDM dokter, menurutnta masih standar. Kalau untuk kebutuhan masih banyak.

Dimana, untuk kebutuhan derokter spesialis harus ada lima orang terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, kebidanan, anak dan anastesi. Artinya, untuk pemenuhan dokter spesialis masih kurang tiga orang.

Reynaldi menjelaskan, untuk bangunan RSUD Muara Beliti sendiri yang berada dibagian depan merupakan milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Saat ini masih dalam proses pengurusan hibah. Karena, jika belum dihibahkan belum dapat dilakukan pengembangan.

Sedangkan, untuk pengembangan bangunan baru di lahan milik RSUD Muara Beliti sudah dilakukan.

“Kita ingin lakukan pembenahan di bangunan bagian depan. Namun, tidak bisa dilakukan karena belum dihibahkan. Jadi tidak bisa dilakukan pembenahan. Namun, pihaknya menargetkan bulan Desember tahun ini RSUD Muara Beliti yang statusnya milik Kemenkes RI sudah dihibahkan ke Pemkab Mura,” ujarnya. (rif)

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Delapan Warga Pelaku Kriminalitas Desa Karang Anyar Bertobat

Muratara, KoranSN Delapan warga asal Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, yang menjadi target ...

error: Content is protected !!