Home / Ekonomi / Konsumsi BBM di Sumsel Tinggi

Konsumsi BBM di Sumsel Tinggi

meninjau New Gantry System
Direktur Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang, GM Pertamina MOR II Herman M Zaini, beserta jajaran dan Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel Yohanes Toruan meninjau New Gantry System. FOTO-FERDINAND/KORANSN

Palembang, KoranSN

Dipilihnya Sumsel sebagai lokasi ke-empat dibangunnya New Gantry System disebabkan pertumbuhan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) cukup tinggi. Selain itu Sumsel akan menjadi tuan rumah  Asian Games sehingga Sumsel menjadi lokasi peresmian New Gantry System pertama di Pulau Sumatra. Hal tersebut dikatakan Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero), Ahmad Bambang, kemarin.

Selain itu Sumsel dikatakannya,sudah memiliki infrastruktur cukup memadai untuk dibangunnya New Gantry System. Dengan adanya New Gantry System, distribusi BBM ke pelanggan akan lebih cepat dan efesien. Dengan sistem tersebut, pelanggan dapat menerima volume dan kualitas BBM jauh lebih bagus seperti di Pulau Jawa sudah terbukti.  Bila ditemukan satu SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) hampir habis ketersediaan BBM, maka dapat langsung terdeteksi. Sehingga Pertamina langsung dapat mengirim ke SPBU tersebut tanpa diminta lagi oleh pihak SPBU.pembelian dari pihak SPBU.

“Dengan adanya New Gantry System, kami targetkan low system bisa mencapai 0,05 % dari 0,2 % di beberapa wilayah,” ujarnya sembari mengatakan, jika sudah dioperasionalkan sistem, tersebut, maka pengisian mobil tangki BBM hanya berselang 4 menit dari biasanya sekitar 10-15 menit.

Baca Juga :   Beri Motivasi, Gojek Ajak Mitra Nobar

Setelah Palembang dikatakannya, Medan menjadi lokasi keenam dibangunnya New Gantry System. Lokasi di Medan cukup sulit ditempuh kendaraan karena ditempuh dari perairan laut, namun hal tersebut tidak menjadi kendala untuk meresmikan New Gantry System karena Pertamina siap melayani kebutuhan BBM pelanggan.

“Untuk tahun ini kita targetkan dapat membangun di 11 lokasi. Sebelum Medan kita resmikan dulu di Merak kemudian di Balongan, Pengapon (Semarang), Boyolali, Bali dan daerah lainnya,”ujarnya.

Pertamina dikatakannya, juga sudah mempersiapkan SDM untuk menerapkan sistem ini di beberapa daerah di Indonesia sebelum Pertamina menerapkannya di Kamboja dan Myanmar. Kedua negara tersebut menjadi target pasokan BBM Pertamina. “Proses baru dalam tahap pengajuan, tapi kita targetkan tahun ini dapat operasional,” harapnya sembari mengatakan dengan adanya sistem tersebut akan dapat mengatasi masalah bila ada kilang yang tak bisa menyuplai BBM ke daerah lain. Untuk membangun dan operasionalkan New Gantry System tersebut dijelaskannya, Pertamina¬† menggandeng anak perusahaan, Pertaniaga. Investasi yang dibutuhkan untuk membangun New Gantry System berkisar dari Rp 80 sampai Rp 100 miliar.

Baca Juga :   BBM Satu Harga Rugikan Pertamina

Sementara itu Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Yohanes Toruan menambahkan, dengan pertumbuhan kendaraan di Sumsel yang cukup tinggi diiringi dengan kebutuhan BBM yang cukup tinggi. Karena itu pembangunan New Gantry System dapat menjadi solusi untuk peningkatan pelayanan BBM ke konsumen.

“Apalagi di Sumsel ini ada 174 SPBU sehingga membutuhkan suplay BBM yang cukup cepat. Sehingga masyarakat tidak akan khawatir lagi akan kehabisan BBM,” pungkasnya. (ima)

Publisher : Fitriyanti

Avatar

Lihat Juga

HD Yakin Bank Syariah Mampu Bersaing dengan Bank Konvensional

Palembang, KoranSN Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru membuka pameran produk dan jasa/keuangan syariah dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.