Konsumsi Beras Putih Tak Selamanya Buruk

Ilustrasi. (foto-net)

WACANA soal beras merah dan beras putih selalu menjadi perdebatan. Banyak masyarakat yang percaya bahwa dengan mengganti konsumsi beras putih dengan beras merah baik bagi kesehatan. Dan sebaliknya, konsumsi beras putih akan berdampak buruk bagi kesehatan sekaligus meningkatkan risiko diabetes tipe II.

Namun faktanya ternyata tidak demikian. Spesialis penyakit dalam dr Wismandari Wisnu, SpPD-KEMD mengungkapkan bahwa, kedua jenis beras tersebut ternyata memiliki keunggulan masing-masing.

“Beras merah dan beras putih memiliki kelebihannya masing-masing. Beras putih memang memiliki kadar indeks glikemik yang lebih tinggi dibanding beras merah, tapi bukan berarti buruk,” ujar Wisma, Selasa (9/1/2018).

Baca Juga :   Pesertra BPJS di OKU Milih Turun Kelas Sejak Iuran Naik

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa yang mengkhawatirkan adalah jika konsumsi beras putih dengan porsi yang berlebihan.

“Kadar indeks glikemik beras putih yang lebih tinggi, membuat beras putih tidak aman dikonsumsi berlebihan bagi penderita diabetes tipe II. Karenanya pasien dianjurkan mengonsumsi beras merah,” ujarnya.

Wisma juga menyangkal mitos seputar nasi putih.

“Ada yang bilang, nasi putih tinggi karbo sehingga bikin gemuk. Padahal semua jenis beras pasti mengandung karbohidrat tinggi. Bikin gemuk? Enggak juga, kalau kita makan yang indeks glikemiknya tinggi, kita harus cari dengan pasangannya (lauk) dengan indeks glikemik rendah,” ujarnya. (viva.co.id)

Baca Juga :   Kasus Positif COVID-19 Sumsel Tembus 4.037 Orang
Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Menteri Berharap Vaksin Merah Putih Didistribusikan di Triwulan 4 2021

Jakarta, KoranSN Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang PS Brodjonegoro berharap agar vaksin Merah Putih …