Home / Headline / Kontraktor yang Jadi Terdakwa Dugaan Korupsi Proyek Tugu Batas Palembang Minta Dibebaskan

Kontraktor yang Jadi Terdakwa Dugaan Korupsi Proyek Tugu Batas Palembang Minta Dibebaskan

Ahmad Thoha salah satu terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pembangunan tugu perbatasan Kota Palembang saat sidang pledoi di PN Tipikor klas 1A Palembang, Senin (4/11/2019). (Foto-Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Dalam sidang lanjutan dugaan korupsi proyek tugu perbatasan Kota Palembang, Senin (4/11/2019), terdakwa Ahmat Thoha yang merupakan kontraktor dalam dugaan kasus tersebut meminta dibebaskan dari tuntutan Jaksa Penutut Umum (JPU) yang telah menuntutnya dengan pidana 1 tahun 6 bulan penjara.

Hal tersebut terungkap dalam pembelaan atau pledoi pribadi terdakwa yang dibacakannya dalam sidangan dugaan kasus tersebut di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, serta berdasarkan pledoi dari kuasa hukumnya.

Terdakwa Ahmat Thoha saat membacakan pleodi di persidangan mengatakan, jika dalam pengerjaan proyek tugu batas Kota Palembang yang berlokasi di kawasan Jakabaring tersebut, dirinya selaku kontraktor dalam proyek tersebut tidak ada niat sama sekali untuk melakukan dugaan perbuatan tindak pidana korupsi.

“Jadi, tidak ada sekalipun niat saya melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerugian negara dalam pengerjaan pembangunan tugu batas tersebut Yang Mulia Majelis Hakim,” katanya.

Diungkapkannya, dari itulah dirinya meminta agar Majelis Hakim mempertimbangkan putusan atau vonis yang nantinya akan dijatuhkan kepadanya dalam persidangan.

Baca Juga :   Hari Ini 4 Tersangka Dugaan Korupsi Tugu Batas Kota Palembang Disidangkan

“Saya mohon agar saya dibebeskan dari tuntutan Jaksa Penutut Umum, dan kalau pun Majelis Hakim ada pertimbangan lain, mohon kiranya menjatuhkan putusan dengan seadil-adilanya,” harapnya.

Keringanan hukuman yang diharapkan lanjutnya, lantaran dirinya merupakan anak pertama yang menjadi tulang punggung kedua orang tuanya.

“Selain itu saya juga memiliki istri dan tiga orang anak yang semuanya masih kecil. Untuk itu kiranya pledoi yang saya sampaikan secara peribadi ini dapat menjadi pertimbangan bagi Yang Mulia Majelis Hakim,” tandasnya.

Sementara Lili Bagustiawan selaku kuasa hukum terdakwa Ahmat Thoha saat membacakan pledoi dalam persidangan mengungkapkan, jika pihaknya tidak sependapat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum kepada
Ahmat Thoha.

“Sebab, tuntutan JPU sangatlah dipaksakan, karena dalam persidangan Ahmat Thoha menolak dan tidak mengakui apa yang sudah dituduhkan kepadanya. Selain itu kami juga menilai tuntan JPU mengabaikan keterangan dari saksi-saksi yang sudah dihadirkan dalam persidangan,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, berdasarkan fakta persidangan juga mengungkap jika Ahmat Thoha tidak terbukti secara sah melakukan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan tugu batas Kota Palembang.

Baca Juga :   Perampok Sadis Toko Emas di OKU Timur Tewas Ditembak Mati

“Untuk itu dalam pleodi ini, kami selaku kuasa hukum dari Ahmat Thoha menilai JPU tidak dapat nembuktikan dakwaan dan tuntutannya. Selain itu, kami juga menyatakan surat dakwaan dan tuntutan JPU batal demi hukum. Sebab Ahmat Thoha tidak terbukti secara sah melakukan dugaan tindak pidana korupsi. Oleh karena itu, kami meminta agar Majelis Hakim membebaskan terdakwa Ahmat Thoha agar terlepas dari tuntutan JPU,” tegasnya.

Usai mendengarkan pledoi pribadi dari terdakwa Ahmat Thoha dan pledoi yang dibacakan oleh kuasa hukum terdakwa, Ketua Majelis Hakim Kamaludin SH MH didampingi Hakim Anggota H Abu Hanifah SH MH dan Junaida SH MH meminta tanggapan kepada JPU Kejari Palembang, apakah akan menanggapi peldoi tersebut.

JPU Kejari Palembang, Hendy Tanjung mengungkapkan, jika pihaknya akan menanggapi pledoi dari terdakwa Ahmat Thoha dan kuasa hukum pada sidang minggu depan.

“Kami akan menanggapi pledoi tersebut pada sidang Senin depan Yang Mulia Majelis Hakim,” ungkap JPU.

Setelah mendengar jawaban JPU, Ketua Majelis Hakim Kamaludin SH MH menutup sidang, dan akan kembali membuka persidangan terdakwa Ahmat Thoha pada Senin 11 November 2019. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Posting Ujaran Kebencian di Medsos, Warga Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel

Palembang, KoranSN Forum Persatuan Pecinta Habib dan Ulama Kota Palembang, Jumat (15/11/2019) melaporkan ‘DS’, warga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.