Kontribusi PAD Masih Rendah, BUMD Sumsel Jadi Sorotan

Plt Kadispenda Sumsel, Marwan Fansuri
Plt Kadispenda Sumsel, Marwan Fansuri. (foto-alwi/korasnn.com)

Palembang, KoranSN

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumsel kini menjadi sorotan. Pasalnya, sampai dengan saat ini kontribusi beberapa BUMD untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih dinilai rendah, seperti Perusahaan Daerah (PD) Swarna Dwipa serta PD Prodexim.

“Karena itu, kami melakukan rapat evaluasi ini untuk percepatan target mereka,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumsel, Marwan Fansuri saat ditemui di Pemprov Sumsel, Rabu (12/10/2016).

Sejauh ini, lanjut Marwan, beberapa BUMD sudah mencapai target 100 persen, ada yang 80 persen dan ada juga yang belum mencapai target seperti PD Swarna Dwipa yang ditargetkan Rp 1 miliar namun yang baru masuk sekitar Rp 200 juta. Sedangkan untuk PD Prodexim sendiri, menurutnya dapat dimaklumi mengingat saat ini masih ada masalah terhadap perusahaan tersebut.

“Jadi ini terus kami kejar agar realisasi PAD untuk tahun ini dapat tercapai sesuai target,” terangnya.

Selain BUMD, Marwan menambahkan, ada juga pajak beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang belum mencapai target.

Namun, dirinya mengaku lupa SKPD apa saja yang mencapai target. Dirinya menerangkan, sampai dengan saat ini total penerimaan yang masuk ke Dispenda yakni sekitar Rp 1 triliyun lebih dari target sekitar Rp 2 triliyun lebih.

Baca Juga :   1260 Anak Usia Dini Terima Sertifikat Bertanda Tangan Ronaldinho

“Kalau untuk PKB itu yang masuk sudah sekitar Rp 1 triliyun dari target pada APBD Perubahan sekitar Rp 1,7 triliyun, kami optimis untuk PKB dapat tercapai. Sedangkan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) kami belum dapat memastikan apakah mencapai target atau tidak. Tapi kami akan terus kejar agar semua dapat tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Mukti Sulaiman menambahkan, dari evaluasi pendapatan baik dari SKPD maupun BUMD didapatkan bahwa ada beberapa kinerjanya positif dan ada juga yang negatif, baik dalam perolehan pendapatan maupun retribusi.

“Pendapatan daerah itu ada dari pajak, ada dari retribusi daerah, ada setoran dari BUMD, dan pendapatan lainnya. Hasilnya, ada yang sudah tercapai dan ada yang belum tercapai. Untuk itu kami akan panggil mereka,” katanya.

Dirinya menerangkan, evaluasi ini tujuannya untuk mengetahui apa saja yang menjadi kendala dan penyebab belum mencapainya target tersebut, mengingat saat ini tinggal tiga bulan lagi sehingga harus terus dipacu sektor penerimaannya. Menurutnya, semua target sudah sesuai target, dan secara persentase sudah benar (realisasinya) di triwulan ketiga ini.

Baca Juga :   Gubernur Ajak Warga Sumsel Sukseskan Pileg dan Pilpres Jangan Golput

“Berdasarkan persentase itu sudah diangka 70 persen lebih realisasinya dan ini cukup baik,” terangnya.

Namun, lanjut Mukti, ada beberapa SKPD yang kinerja retribusinya masih rendah. Apalagi, tahun 2016 ini akan berakhir dalam hitungan 2 bulan lagi. Seperti, kata H Mukti, retribusi di kelautan dan peternakam masih sangat rendah. Ditanya soal berapa persen capaian target tersebut, dirinya menambahkan, masih dibawah 50 persen.

“Tapi ada juga yang kinerjanya baik bahkan retribusinya mencapai 100 persen seperti BLH dan beberapa SKPD lainnya. Jadi rata-rata sudah baik ditambah lagi progres Pemutihan pajak cukup baik,” katanya.

Disinggung kinerja BUMD, dirinya juga mengakui bahwa ada beberapa BUMD yang kontribusinya masih minim. Meskipun begitu rata-rata BUMD sudah baik dan kontribusi sudah tercapai. “Hanya Prodexim yang masih off (belum bekerja maksimal,” singkatnya. (wik)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Feby Deru Pamerkan Koleksi Kriya Sriwijaya Kepada TP PKK se-Sumsel

Palembang, KoranSN Rapat konsuktasi (Rakon) PKK se-Sumsel yang berlangsung di Griya Agung, Jumat pagi (23/10/2020) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.