Korban Banjir Bandang Luwu Utara Menjadi 38 Orang

Anjing pelacak, Minggu (19/7) dikerahkan pihak kepolisian mencari korban tertimbun lumpur (foto atas). Tim SAR mengangkat kantong jenazah korban banjir bandang. (foto-antaranews)

Makassar, KoranSN

Tim Gabungan SAR menemukan dua korban di dua tempat berbeda pada hari ketujuh pencarian korban banjir bandang menerjang sebagian wilayah di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan yang terjadi pada Senin, 13 Juli 2020.

“Dari laporan yang diterima, dua korban kembali ditemukan tim gabungan SAR dan sampai saat ini jumlah korban jiwa dilaporkan sementara sebanyak 38 orang,” sebut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Mustari di Makassar, Minggu (19/7/2020).

Dua korban tersebut ditemukan di dua tempat berbeda masing-masing, satu korban tanpa identitas jenis kelamin perempuan di Dusun Pombakka, Desa Lapapa, Kecamatan Masamba, dan satu korban lainnya jenis kelamin laki-laki di pinggir sungai, Kelurahan Bone Tua, Griya Cendana Permai.

Jenazah kedua korban ini, kata dia, selanjutnya di evakuasi ke Rumah Sakit Hikmah guna identifikasi Tim DVI Polda Sulsel.

Baca Juga :   Bandar Narkoba Jadi Target Polres Lahat

Informasi perkembangan baru diterima dari Tim DVI, bahwa telah teridentifikasi satu orang korban jenis kelamin perempuan bernama A Nina Saad berusia 23 tahun.

Kabar baiknya, diterima informasi dari Tim Assesment SAR gabungan korban dalam pencarian bernama Afni di temukan selamat dan mengungsi di Radda, Tugu Coklat.

Untuk Operasi SAR dihentikan sementara dan dilanjutkan esok hari. Sedangkan status data korban sementara per 19 Juli 2020, jumlah korban sebanyak 1.592 orang, yang selamat 1.543 orang, meninggal dunia 30 orang dan masih dalam pencarian 11 orang.

Dari jumlah jenazah yang sudah ditemukan laki-laki 15 orang, perempuan 23 orang, dan telah terindentifikasi sebanyak 31 orang sisanya tujuh orang belum terindentifikasi. Tim gabungan SAR dan Potensi SAR yang diterjunkan sebanyak 1.001 personel.

Baca Juga :   Bakar Lahan, Petani di Banyuasin Tewas Terpanggang

Data sementara dari BPBD setempat tercatat sebanyak 14.438 jiwa dari total 3.627 kepala keluarga (KK) mengungsi. Sebanyak 4.202 rumah warga ikut terdampak, sembilan unit sekolah, 13 unit rumah ibadah, rinciannya 12 masjid dan satu gereja.

Fasilitas kesehatan rusak masing-masing satu puskesmas, satu laboratorium kesda dan satu unit PSC serta delapan kantor pemerintahan. Akses jalan yang terdampak, total sepanjang 12,8 kilometer, dan sembilan jembatan mengalami kerusakan. (Antara/ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Panggil Tiga Saksi Kasus Dugaan Suap Pengadaan Bansos

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (18/1/2021), memanggil tiga orang saksi dalam penyidikan kasus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.