Home / Gema Sriwijaya / Korban Limbah Minyak Mentah Pertagas Desak Ganti Rugi

Korban Limbah Minyak Mentah Pertagas Desak Ganti Rugi


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Tampak kolam warga yang tercemar tumpahan minyak mentah. (foto-sumantri/koransn.com)

Sekayu, KoranSN

Pipa yang dialiri minyak mentah milik Pertamina Gas jalur Tempino-Km77 Plaju Palembang sejak satu bulan lalu bocor dan tumpahan minyak mentah itu mengalir di lahan perkebunan dan kolam ikan milik warga Desa Gajah Mati Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Hingga saat ini belum ada kejelasan pasti pembayaran dari nilai kerugian dari dampak kejadian tersebut.

Perwakilan Warga Desa Gajah Mati, Iwan (45) saat dibincangi wartawan, Selasa (3/4/2018) mengatakan, pada (28/3/2018) yang lalu dilakukan pertemuan yang kesekian kalinya dengan PT Pertagas. Saat itu, belum juga ada kejelasan dari ganti rugi bagi warga yang terdampak kebocoran dari limbah minyak tersebut.

“Yang lebih kesalnya lagi perusahaan yang terlibat langsung terkesan meremehkan dan mengulur-ulur waktu saja,” tukasnya.

Baca Juga :   BPOM Lubuklinggau Edukasi Generasi Milenial

Dalam pertemuan yang diadakan dirumah kepala desa saat itu hadir PT Pertagas, Camat Babat Supat, Kordinator Disbun, Polsek, Kepala Desa, Pt. AAB dan perwakilan warga (korban,red).

“Pertemuan kembali antara warga yang terkena dampak tumpahan minyak mentah dengan PT Pertagas, tetapi masih saja belum ada kejelasan untuk pengggantiannya,” ucap Iwan.

Dikatakan Iwan, sekitar dan 5 titik kolamnya yang berisi ribuan ikan jenis lele termasuk satu titik kolam milik H. Marsidik berisi ikan gurame, mati semua.

“Akibat pencemaran limbah itu, warga was-was menghidupkan api, pencemaran udara kesehatan anak-anak dibawah umur,” tukasnya.

Sementara PT Pertamina Gas (Pertagas) melalui perwakilan HSE, M. Ariyasakti saat diminta konfirmasinya usai pertemuan dengan warga mengatakan, bahwa dari perusahan sudah berdiskusi dengan Kades, Camat, untuk ganti rugi akan tetapi belum disepakati. Ketentuan aturannya sudah mendengarkan penjelasan Camat, kades, Disbun, ada kausal teknis dan non teknis melakukan verifikasi tanam tumbuh warga bukan batang saja, juga menentukan teknis dan non teknis di peraturan gubenur tahun 2014.

Baca Juga :   Wako: Tagihan Jargaskot Tidak Sesuai Segera Lapor

Disebutkan ada ketentuan teknis dan non teknis, melakukan verifikasi ke dalam. “Kami juga, bekoordinasi dengan pihak camat, penyelesaian prosedur cukup panjang, penyelesaian ini sudah sepakat. Pertamina Gas mengusulkan pihak ketiga prosudural petugas menyampaikan SPK nanti problem SPK itu, disetujui level manajemen.

Pihak perusahaan melalui M. Ariyasakti mengungkapkan pada dasarnya semua tuntutan warga korban limbah itu sudah disepakati, hanya saja nilai nominalnya yang belum disampaikan. (tri)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

Safari Ramadhan, Wagub Himbau Masyarakat OKI Hidupkan Kembali Lahan Tidur dengan Biaya Pemerintah

OKI, KoranSN Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya terus berkeliling melaksanakan shalat isya …