Korban Meninggal Akibat Virus Corona Bertambah Jadi 25 Orang

Keluarga pemudik Tahun Baru Imlek di China mengenakan masker untuk mengantisipasi wabah virus corona dalam perjalanan ke Stasiun Beijing. (foto-antaranews)

Beijing, KoranSN

Virus corona baru telah menewaskan 25 orang di China dan menjangkiti lebih dari 800 orang, kata pemerintah Jumat (24/1/2020).

Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, keadaan tersebut darurat tapi tidak menyebutkan bahwa wabah itu sebagai darurat internasional.

Komisi Kesehatan Nasional China mengataka, bahwa hingga Kamis (23/1/2020) ada 830 kasus orang terpapar virus tersebut dan 25 orang meninggal. Sebagian besar kasus muncul di kota penting China, Wuhan, tempat virus itu diyakini berasal akhir tahun lalu.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa di sedikitnya tujuh negara lainnya dalam kasus tersebut.

Para pejabat kesehatan khawatir bahwa tingkat penularan bisa meningkat dengan cepat karena ratusan ribu warga China pulang kampung dan melakukan perjalanan ke luar negeri selama liburan sepekan, dalam rangka Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada Sabtu (25/1/2020).

Walaupun demikian, “agak terlalu dini” untuk menganggap wabah itu sebagai “Kekhawatiran Internasional Darurat Kesehatan Masyarakat”, kata ketua panel Komite Kedaruratan WHO Didier Houssin.

Houssin berbicara setelah panel tersebut mengelar pertemuan di Jenewa.

Jika dinyatakan sebagai darurat internasional, negara-negara akan diharuskan meningkatkan penanganan internasional.

Baca Juga :   Pasukan Israel Tewaskan Komandan Jihad Islam di Jalur Gaza

“Tapi jangan salah, di China ini adalah keadaan darurat,” kata Houssin.

Ular Atau Kelelawar Penyebar Virus Corona di China

SEMENTARA Kalangan ilmuwan kesehatan memperdebatkan, apakah ular atau kelelawar sebagai biang virus corona yang kini menjelma menjadi wabah mematikan di China.

Para pakar yang berafiliasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Inggris berselisih paham soal ular dengan mengatakan bahwa kelelawar yang lebih memungkinkan sebagai biang utama.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Medical Virology, Rabu (22/1/2020), membandingkan asal virus baru itu dengan patogen lain dari lokasi dan spesies tertentu.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa wabah yang dinamai “2019-nCoV” oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) itu merupakan kombinasi virus corona yang ditemukan di dalam kelelawar dan organisme misterius lainnya yang bersemayam di dalam ular sebelum menular ke manusia.

“Hasil yang didapat dari analisis evolusioner kami yang pertama kali bahwa ular sebagai binatang liar di air yang menjadi biang 2019-nCoV,” demikian sejumlah peneliti dari Peking University, Guangxi University of Chinese Medicine, Ningbo University, dan Wuhan University of Bionengineering.

Namun sejumlah pakar dari Pusat Penelitian Virus MRC-University of Glasgow (CVR) dan Xi’an Jiaotong-Liverpool University berselisih soal penemuan tersebut.

Baca Juga :   Truk Listrik Tanpa Pengemudi Memulai Pengiriman Barang di Swedi

Dalam forum diskusi kesehatan pada Kamis, mereka berargumentasi bahwa 2019-nCoV tersebut sangat erat kaitannya dengan beberapa virus yang bersumber dari kelelawar.

“Tidak ada bukti keterlibatan ular. Meskipun ada kecenderungan virus corona berpencar, keterlibatan spesies lain tidak bisa diabaikan. Hal ini juga membuka kesempatan spesies selain kelelawar juga bertanggung jawab sebagai pemicu wabah yang mulai merebak di Wuhan,” tulis Kepala Bioinformatika CVR David L Robertson sebagaimana dikutip laman berita Caixin.

Namun penelitian yang pertama tersebut mengidentifikasi ular sebagai biang sekaligus pertama kali terinfeksi 2019-nCoV yang kemudian menular ke binatang liar lainnya di Pasar Huanan, Kota Wuhan, Provinsi Hubei, yang memperjualbelikan berbagai jenis hasil laut, unggas, ular, kelelawar, dan binatang ternak.

Hingga Kamis, tercatat 617 orang terinfeksi virus yang menyebabkan pneumonia berat di antaranya ada yang meninggal dunia.

Sejak pukul 10.00 waktu setempat (09.00 WIB), di kota berpenduduk 11 juta jiwa itu masuk program karantina. Semua akses jalan menuju Wuhan ditutup total, termasuk jalan bebas hambatan, stasiun kereta api dan bandara. (Antara/Reuters/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Armenia Sebut Turki Kirim 4.000 Prajurit, Azerbaijan Membantah

Moskow/Baku, KoranSN Duta besar Armenia untuk Rusia mengatakan pada Senin bahwa Turki telah mengirimkan 4.000 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.