Korban Miras Oplosan di OT Bertambah Jadi 7 Orang

dfgdfgf
Salah satu keluarga korban saat berada di RS Muhammadiyah Palembang. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Tujuh pemuda yang tengah menggelar pesta minuman keras (miras) oplosan pada Minggu lalu (6/11/2016) di acara Orgen Tunggal (OT) sebuah hajatan pernikahan di kawasan Lorong Bangsal Kecamatan SU II, Rabu (9/11/2016) tewas saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah.

Ketujuhnya yakni; ‘SR’ (17), Robi Setiadi (20), Andi (33), Rusdi (40), Heru (29), Hendra Saputra (26), Rio (25).

Menurut ‘EI’ (40), ibu dari ‘SR’ salah satu korban yang meninggal dunia sebelum ‘SR’ mendapatkan perawatan di RS, anaknya tersebut sedang menonton acara OT yang berada tak jauh dari kediamannya. Saat itu, korban bersama sejumlah korban lainnya menenggak miras yang diduga dibeli dari salah satu pedangang yang menjajahkannya di lokasi acara OT.

“Selepas pulang, kerumah usai menonton OT, anak saya pulang dalam keadaan sempoyongan. Dia (korban) meminta saya untuk mengeroki belakang punggunya karena kata ‘SR’, ia sedang masuk angin, karena kasihan dan belum mengatahui jika korban baru saja menenggak miras tanpa curiga, sayapun mengerokinya,” kata ibu korban.

Baca Juga :   Satu Minggu Pacaran, Akbar Renggut Kesucian Bunga

Namun keesokan harinya, lanjut ‘EI’, ia makin khawatir ketika melihat kondisi korban lantaran korban mengalami sesak nafas dan selalu muntah-muntah.

“Karena takut terjadi apa-apa saya bersama ayah korban langsung membawa korban ke RS. Ketika di rawat, sejumlah teman-teman korban yang saat kejadian juga nonton OT bersama anak saya terlebih dulu sudah dirawat di RS, di RS saya baru mengetahui ketika dokter menjelaskan jika anak saya dan temannya yang lain sakit karena minum miras yang diduga oplosan,” jelasnya.

Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Andi Kumara mengatakan atas peristiwa ini polisi mencatat ada tujuh korban yang saat ini meninggal dunia akibat menenggak miras yang diduga oplosan pada acara OT tersebut.

“Setelah melakukan penyelidikan, kita kini sudah mengamankan  barang bukti berupa sisa air miras yang di minum para korban. Tujuh tewas, dan empat orang masih dalam perawatan pihak rumah sakit, kasus ini sedang ditangani pihak Polsek Plaju,” ungkapnya.

Baca Juga :   Sepeda Motor Dibegal di Jembatan Ampera

Menurutnya, kejadian seperti ini sudah sering diperingati pihak kepolisian dan pihak kepolisian juga sudah sering melakukan razia miras pada para pedagang-pedagang miras nakal yang masih menjual dangangannya tersebut secara sembarangan.

“Kita akan terus dan meningkatkan lagi razia miras ini. Kita juga akan memperingati para pedagang untuk tidak menjual miras pada anak dibawa umur atau pelajar,” tandasnya. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Satu Calon Walikota dan Dua Pejabat ASN Jadi Tersangka Pilkada di Riau

Pekanbaru, KoranSN Selama 30 hari kampanye sejak 26 September 2020, Bawaslu di Provinsi Riau mencatat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.