Minggu , Februari 17 2019
Home / Nasional / KPAI: Grup Komunitas Gay di Garut Mencengangkan

KPAI: Grup Komunitas Gay di Garut Mencengangkan

Retno Listyarti, Komisioner KPAI. (foto-net/vivanews.com)

Jakarta, KoranSN

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kasus adanya komunitas gay yang menggunakan aplikasi Facebook di Kabupaten Garut untuk menarik anggota dengan menyasar anak-anak remaja usia sekolah.

“Grup FB di Garut ini memiliki potensi strategis untuk mengkampanyekan gay di kalangan anak-anak atau remaja laki-laki. Anggota grup ini juga cukup mencengangkan, yaitu mencapai 2,6 ribu anggota,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Hal ini tentu sangat membahayakan karena kampanye lelaki penyuka sejenis bisa dengan cepat menyebar di kalangan anak lainnya di grup maupun di luar anggota grup.

Baca Juga :   Asep Saefudin Peraih 2 Medali Emas Disambut Prajurit Yonif 143/TWEJ

“Anak-anak belum memiliki orientasi seksual, sehingga grup FB ini berpotensi membangun kekeliruan cara pandang anak terkait orientasi seksualnya,” ujar Retno.

Retno menegaskan persoalan ini tidak bisa dianggap remeh, apalagi dibiarkan, karena grup Facebook penyuka sesama jenis ini sangat meresahkan para orangtua.

Tentunya, masyarakat khawatir bahwa grup FB gay ini akan mengganggu tumbuh kembang anak, karena anak berpotensi memiliki orientasi seksual sebagai penyuka sesama jenis.

“Kalau kampanye seperti ini meluas, maka berdampak secara signifikan pada pembentukan orientasi seksual anak yang menyimpang,” katanya.

Untuk itu, diperlukan kepekaan dan kesadaran para guru dan orangtua untuk berpartisipasi aktif dalam mendampingi anak-anaknya. Kontrol orangtua terhadap penggunaan handphone (HP) anak-anaknya sangat penting sebagai upaya pencegahan. Apalagi waktu anak paling banyak adalah di rumah.

Baca Juga :   Jemaah Puji Pelayanan Haji 2018

“Ketika orangtua sudah memberikan HP ke anaknya maka orangtua wajib mengontrolnya demi melindungi anak-anak dari berbagai konten kekerasan maupun pornografi,” katanya.

Kemudian, kata dia, pihak sekolah atau para guru, harus memiliki kepekaan ketika para siswanya menunjukan indikasi berperilaku seksual menyimpang.

Sosialisasi pendidikan kesehatan reproduksi harus digiatkan secara terus menerus di berbagai sekolah dan juga di masyarakat sebagai strategi pencegahan berbasis kepekaan masyarakat di lingkungan sekitar. (vivanews)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Sekda Nasrun Umar Hadirin Rapat Hak Pengelolaan Bidang Tanah

Jakarta, KoranSN Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar mengahadiri rapat koordinasi dengan Direktur Jenderal Pengadaan ...