Minggu , Oktober 21 2018
Home / Nasional / KPAI: Grup Komunitas Gay di Garut Mencengangkan

KPAI: Grup Komunitas Gay di Garut Mencengangkan

Retno Listyarti, Komisioner KPAI. (foto-net/vivanews.com)

Jakarta, KoranSN

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kasus adanya komunitas gay yang menggunakan aplikasi Facebook di Kabupaten Garut untuk menarik anggota dengan menyasar anak-anak remaja usia sekolah.

“Grup FB di Garut ini memiliki potensi strategis untuk mengkampanyekan gay di kalangan anak-anak atau remaja laki-laki. Anggota grup ini juga cukup mencengangkan, yaitu mencapai 2,6 ribu anggota,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Hal ini tentu sangat membahayakan karena kampanye lelaki penyuka sejenis bisa dengan cepat menyebar di kalangan anak lainnya di grup maupun di luar anggota grup.

Baca Juga :   11 Camat dan Mantan Camat se Kota Palembang Jadi Saksi Dugaan Korupsi Dana Hibah Sumsel

“Anak-anak belum memiliki orientasi seksual, sehingga grup FB ini berpotensi membangun kekeliruan cara pandang anak terkait orientasi seksualnya,” ujar Retno.

Retno menegaskan persoalan ini tidak bisa dianggap remeh, apalagi dibiarkan, karena grup Facebook penyuka sesama jenis ini sangat meresahkan para orangtua.

Tentunya, masyarakat khawatir bahwa grup FB gay ini akan mengganggu tumbuh kembang anak, karena anak berpotensi memiliki orientasi seksual sebagai penyuka sesama jenis.

“Kalau kampanye seperti ini meluas, maka berdampak secara signifikan pada pembentukan orientasi seksual anak yang menyimpang,” katanya.

Untuk itu, diperlukan kepekaan dan kesadaran para guru dan orangtua untuk berpartisipasi aktif dalam mendampingi anak-anaknya. Kontrol orangtua terhadap penggunaan handphone (HP) anak-anaknya sangat penting sebagai upaya pencegahan. Apalagi waktu anak paling banyak adalah di rumah.

Baca Juga :   TNI Rehab Rumah Lalu Muhammad Zohri

“Ketika orangtua sudah memberikan HP ke anaknya maka orangtua wajib mengontrolnya demi melindungi anak-anak dari berbagai konten kekerasan maupun pornografi,” katanya.

Kemudian, kata dia, pihak sekolah atau para guru, harus memiliki kepekaan ketika para siswanya menunjukan indikasi berperilaku seksual menyimpang.

Sosialisasi pendidikan kesehatan reproduksi harus digiatkan secara terus menerus di berbagai sekolah dan juga di masyarakat sebagai strategi pencegahan berbasis kepekaan masyarakat di lingkungan sekitar. (vivanews)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Cegah Infeksi, Daerah Terdampak Likuifaksi Palu Disemprot Cairan Kimia

Balaroa, KoranSN Helikopter MI-8 memulai melakukan water bombing atau pengemboman material disinfektan di wilayah terdampak ...

error: Content is protected !!