KPK Konfirmasi Bakir Pasaman Soal Kerja Sama Pengangkutan Amoniak

Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi Direktur Utama PT Pupuk Kaltim Bakir Pasaman mengenai perjanjian kerja sama pengangkutan amoniak, dengan Kapal Griya Borneo milik PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

KPK, Senin (3/8/2020) memeriksa Bakir sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT HTK Taufik Agustono (TAG) dalam penyidikan kasus suap bidang pelayaran antara PT Pilog dengan PT HTK dan penerimaan lain yang terkait dengan jabatan.

“Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait perjanjian kerja sama pengangkutan amoniak Kapal Griya Borneo milik PT HTK dan penjualan amoniaknya dari PT Pupuk Kaltim yang diduga untuk memuluskan perjanjian kerja sama tersebut nantinya akan dikawal oleh Bowo Sidik Pangarso,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta.

Pemeriksaan terhadap Bakir hari ini merupakan penjadwalan ulang setelah yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan KPK, Senin (20/7/2020).

Baca Juga :   Dibawa Pengaruh Tuak, Pengendara Tabrak Petugas

KPK telah menetapkan Taufik sebagai tersangka pada tanggal 16 Oktober 2019, kemudian menahan yang bersangkutan pada tanggal 26 Juni 2020.

Penetapan Taufik sebagai tersangka merupakan pengembangan perkara kerja sama pengangkutan bidang pelayaran yang berawal dari kegiatan tangkap tangan pada tanggal 28 Maret 2019 yang melibatkan anggota DPR RI periode 2014-2019 Bowo Sidik Pangarso sebagai pihak penerima.

Saat itu, KPK menetapkan tiga tersangka dari kegiatan tangkap tangan tersebut, yakni Bowo, Marketing Manager PT HTK Asty Winasti, dan Indung dari unsur swasta atau perantara suap untuk Bowo.

Dua di antaranya, yaitu Bowo diputus bersalah dan telah berkekuatan hukum tetap dan Asty telah divonis bersalah di Pengadilan Tipikor Jakarta, sedangkan Indung masih tahap upaya hukum kasasi.

Dalam konstruksi perkara disebut bahwa pada rentang waktu 1 November 2018 sampai 27 Maret 2019 diduga terjadi transaksi pembayaran fee dari PT HTK kepada Bowo terdiri atas 59.587 dolar AS pada tanggal 1 November 2018, 21.327 dolar AS pada tanggal 20 Desember 2018, 7.819 dolar AS pada tanggal 20 Februari 2019, dan Rp89.449.000 pada tanggal 27 Maret 2019.

Baca Juga :   Ingin Lebaran, Ibu 7 Anak Nekat Mencuri Gorden

Taufik diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) Huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) Huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Dua Warga Lubuklinggau Timur II Kedapatan Simpan Sabu dan Ganja

Lubuklinggau, KoranSN Dua pelaku penyalahguna narkoba jenis sabu dan ganja, diamankan oleh petugas Satnarkoba Polres …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.