KPK Pelajari Putusan MA Tolak PK Terkait Perkara Syafruddin Temenggung

Mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung (tengah) usai keluar dari Rutan Cabang KPK, Jakarta. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Komisi Pemberantasan Korupsi akan mempelajari kembali putusan Mahkamah Agung yang menolak permohonan peninjauan kembali (PK), terkait dengan perkara mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung.

“KPK menghormati putusan MA untuk mengembalikan berkas perkara tersebut. Namun, KPK akan pelajari dan kaji kembali terkait dengan putusan tersebut, termasuk mengenai kemungkinan langkah hukum apakah yang bisa diambil berikutnya,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/8/2020).

Ia mengungkapkan, bahwa PK oleh jaksa penuntut umum (JPU) KPK itu ditolak MA sebelum ada penunjukan majelis hakim karena jaksa dianggap tidak memenuhi syarat formil untuk melakukan PK sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :   Diduga Oplos Rastra, 39 Ton Beras di Gudang Bulog Lahat Disita

“Berkas dikirim kembali ke PN Jakarta Pusat dengan surat tertanggal 16 Juli 2020,” tuturnya.

Sebelumnya, pada tanggal 17 Desember 2019, sebagai upaya maksimal yang dilakukan dalam penanganan perkara Syafruddin, KPK telah mengirimkan permohonan PK atas putusan kasasi MA.

“KPK memandang ada beberapa alasan hukum sebagai dasarnya, antara lain adanya kekhilafan hakim dalam putusan tingkat kasasi tersebut dan terdapat kontradiksi antara pertimbangan dan putusan,” kata Ali.

Sebelumnya, MA dalam putusan kasasinya memutuskan Syafruddin tidak melakukan tindak pidana dalam perkara dugaan korupsi penghapusan piutang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), terhadap Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI).

Syafruddin berdasarkan putusan kasasi MA pada tanggal 9 Juli 2019 diperintahkan untuk dikeluarkan dari rumah tahanan KPK.

Baca Juga :   24 Kg Ganja Disimpan di Koper dan Kardus Mie

Padahal, putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada tanggal 24 September 2018 menjatuhkan vonis 13 tahun penjara ditambah denda Rp700 juta terhadap Syafruddin. Bahkan, pada tanggal 2 Januari 2019 Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat vonis menjadi 15 tahun penjara ditambah denda Rp1 miliar. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Dua Warga Lubuklinggau Timur II Kedapatan Simpan Sabu dan Ganja

Lubuklinggau, KoranSN Dua pelaku penyalahguna narkoba jenis sabu dan ganja, diamankan oleh petugas Satnarkoba Polres …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.