Home / Nasional / KPK Sita Rp 800 Juta dari Kantor SPAM Kementerian PUPR

KPK Sita Rp 800 Juta dari Kantor SPAM Kementerian PUPR

Barang bukti suap proyek SPAM di Palu. (foto-net/detiknews.com)

Jakarta, KoranSN

KPK melakukan serangkaian penggeledahan terkait kasus dugaan suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) Kementerian PUPR. Ada uang yang disita Rp 800 juta dari salah satu lokasi penggeledahan, yaitu Kantor Satuan Kerja SPAM.

“Ada uang Rp 800 juta juga yang diamankan dari kantor SPAM dan CCTV sebagai bagian dari barang bukti elektronik,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (2/1/2019).

Penggeledahan itu dilakukan sejak 31 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019. Selain uang, KPK juga menyita sejumlah dokumen proyek air minum.

“Di kantor SPAM dan PT WKE, kemarin 31 Desember 2018 sekitar pukul 14.00 WIB sampai dini hari 1 Januari 2019. Dalam penggeledahan kemarin diamankan sejumlah dokumen terkait proyek SPAM di berbagai daerah, cukup banyak proyek air minum yang dikerjakan PT WKE dan TSP di berbagai daerah yang kami identifikasi proyeknya lebih dari Rp 400 miliar,” ucapnya.

Baca Juga :   Ribuan Warga Tionghoa Rayakan Imlek, Tahun Ayam Api Rezeki Datang Terus

Febri mengatakan KPK juga melakukan penggeledahan hari ini di rumah para tersangka. Ada 3 rumah tersangka dari pihak diduga pemberi dan penerima yang digeledah hari ini.

“Informasinya (apa yang disita) belum bisa disampaikan karena tim masih di sana,” ujar Febri.

KPK telah menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan SPAM. Para tersangka juga sudah ditahan.

Dari delapan orang tersangka, empat di antaranya merupakan pejabat Kementerian PUPR, yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare; PPK SPAM Katulampa Meina Waro Kustinah; PPK SPAM Darurat Teuku Moch Nazar; dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Baca Juga :   Tim Sar Temukan Kapal Cepat Berisi 23 Warga Asmat yang Hilang

Sedangkan empat orang lainnya dari pihak swasta, yakni Dirut dan Direktur PT WKE, Budi Suharto serta Lily Sundarsih; dan dua direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa, yakni Irene Irma serta Yuliana Enganita Dibyo.

Total suap yang diduga para pejabat Kementerian PUPR itu ialah Rp 5,3 miliar, USD 5 ribu dan SGD 22.100. Duit itu diduga merupakan bagian fee 10 persen dari total nilai proyek Rp 429 miliar yang didapat oleh kedua perusahaan itu. (detikcom)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Polisi Dalami Pemasok Narkoba Lain ke Nunung Selama 20 Tahun

Jakarta, KoranSN Polisi menyebut komedian Nunung memakai narkoba selama 20 tahun terakhir. Polisi kini mencari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.