KPK Tetapkan Desi Arryani Sebagai Tersangka Kasus Subkontraktor Fiktif

Deputi Penindakan KPK, Karyoto (pertama kiri), Ketua KPK, Firli Bahuri (kedua kiri), dan Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri (ketiga kiri), saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/7/2020). (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

KPK kembali menetapkan tiga tersangka dalam pengembangan kasus korupsi pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif, pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero).

Tiga tersangka, yakni; mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya yang juga mantan Dirut PT Jasa Marga, Desi Arryani, mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya yang juga direktur utama PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana, dan mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Fakih Usman.

“Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup adanya dugaan tindak pidana korupsi, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ke penyidikan pada 13 Juli 2020 dengan tiga orang sebagai tersangka,” kata Ketua KPK, Firli Bahuri, saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis.

Baca Juga :   97 Begal Motor dan Bandit Jalanan Digulung Polda Sumsel

Dalam kasus itu, sebelumnya KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka yang telah diumumkan pada 17 Desember 2018, yaitu mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013, Fathor Rachman, dan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya periode 2010-2014, Yuly Ariandi Siregar.

“Dalam proses penyidikan terhadap dua tersangka ini, KPK mencermati fakta yang berkembang sehingga kemudian menemukan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pihak lain,” kata Bahuri.

Ia mengatakan, lima tersangka itu diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Baca Juga :   Dewas Berencana Mintai Keterangan Saksi Soal Firli Gunakan Helikopter

Atau dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

“Terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada pada proyek-proyek yang dikerjakan Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya selama 2009 sampai dengan 2015,” ujar dia. (Antara/ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Mantan Pejabat Kemenkes Didakwa Rugikan Negara Hingga Rp14,139 Miliar

Jakarta, KoranSN Mantan Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Bambang Giatno Rahardjo didakwa melakukan korupsi dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.