Home / Gema Sriwijaya / KPU Pagaralam Khawatir Partisipasi Pemilih Menurun

KPU Pagaralam Khawatir Partisipasi Pemilih Menurun

Ilustrasi. (foto-net)

Pagaralam, KoranSN

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pagaralam khawatir tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Pagaralam tahun 2018 mendatang menurun. Pasalnya, pelaksanaan pilkada yang jatuh pada 27 Juni 2018, diprediksi bertepatan dengan musim panen kopi.

Komisioner KPU Kota Pagaralam Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Irfan AMd mengatakan, kekhawatiran menurunnya angka partisipasi pemilih tersebut, karena diprediksi warga akan lebih memilih ke kebun untuk mutegh (metik) kopi ketimbang ke tempat pemungutan suara untuk nyoblos.

“Selain berbarengan dengan puncak musim panen kopi, pencoblosan itu pas setelah libur lebaran pula,” kata Irfan, Kamis (7/12/2017).

Diakuinya, bertepatannya dua momentum besar tersebut, dapat membuat partisipasi pemilih menurun. Sebab warga dikhwatirkan akan lebih memilih ke kebun, ketimbang datang ke TPS untuk menyalurkan hak suaranya. Selain itu bagi pemilih pemula, usai lebaran itu biasanya digunakan untuk berangkat ke luar Pagaralam untuk mengikuti ujian masuk bekerja maupun melanjutkan pendidikan.

Mereka pun bisa saja tidak menyalurkan hak pilihnya. Padahal KPU sudah menargetkan angka partisipasi pemilih pada Pilkada 2018 akan lebih baik dari Pilkada sebelumnya. “Secara nasional partisipasi pemilih untuk Pilkada 2018 ditargetkan sebesar 83 persen,” sebut Irfan mengenai target partisipasi pemilih pemula pada Pilkada Pagaralam 2018 nanti.

Namun Irfan tetap optimis, partisipasi pemilih pada Pilkada Pagaralam 2018 nanti tidak akan terganggu hanya gara-gara bersamaan dengan musim panen kopi. Dia percaya, masyarakat Pagaralam mau meluangkan waktunya barang sejenak untuk datang ke TPS.

“Di TPS itu tidak lama, paling 5 menit. Sudah itu, bisa ke kebun lagi,” ujarnya.

Selain itu, kata Irfan, pihaknya akan mengintensifkan sosialisasi. Sesuai petunjuk KPU RI kata lanjut dia, mulai Desember ini pihaknya akan mulai sosialisasi berbasis keluarga.

Dijelaskannya, sosialisasi dilaksanakan secara langsung. “Nanti petugas akan datang langsung dari satu rumah ke rumah lainnya untuk mensosialisasikan Pilkada,” papar Irfan.

Sosialisasi berbasis keluarga itu akan melibatkan seluruh panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Dengan cara seperti itu diyakini Irfan, warga akan semakin tahu akan ada Pilkada Pagaralam pada 27 Juni 2018 mendatang. Memang diakui Irfan, bila melihat hasil survei Volpox Research and Consulting yang menyebutkan bahwa 85 persen warga Pagaralam sudah tahu akan ada Pilkada. Namun menurut dia belum tentu warga tahu jadwal Pilkada dengan detail.

“Oke sudah tahu Pilkada, tapi apakah tanggal, hari dan bulannya sudah tahu. Kan belum tentu juga,” terangnya.

Sosialisasi lainnya lanjut Irfan, adalah dengan menggandeng media massa dan radio. Diharapkan warga semakin tahun akan ada Pilkada pada 27 Juni 2018. Cara lainnya adalah dengan menggelar peluncuran Pilkada. “Launching (peluncuran) Pilkada akan kita laksanakan pada 17 Desember nanti,” ucap Irfan.

Bagaimana dengan opsi mendirikan TPS di talang-talang? Irfan memandang, cara tersebut bisa saja dilakukan. Tapi dia menyatakan, sebelum cara itu dilakukan perlu diketahui jumlah warga di talang tersebut. Juga lokasinya apakah masih masuk dalam wilayah Pagaralam atau tidak.

“Mudah-mudahan target partisipasi pemilih dapat tercapai,” harap Irfan.

Berdasarkan data yang dihimpun, dua kali Pilkada Pagaralam belum pernah berbarengan dengan puncak musim panen kopi. Pada Pilkada 2008 dan Pilkada 2013 lalu, Pilkada digelar pada Februari. Dengan demikian waktu pemilihannya masih cukup jauh dari musim panen kopi. (asn)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Giliran, PKS Serahkan SK Cabup-Cawabup Lahat

Jakarta, KoranSN Setelah sebelumnya Partai Gerindra, PDIP menerbitkan surat keterangan rekomendasi, kini, giliran DPP PKS ...

error: Content is protected !!