Home / Nasional / KPU: Total Petugas KPPS Sakit Saat Bertugas 883, Meninggal 144 Orang

KPU: Total Petugas KPPS Sakit Saat Bertugas 883, Meninggal 144 Orang


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Komisioner KPU Viryan Aziz. (foto-net/detiknews.com)

Jakarta, KoranSN

Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis total petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sakit dan meninggal dunia saat menjalankan tugas di Pemilu serentak 2019. Petugas KPPS yang sakit berjumlah 883 orang dan yang meninggal dunia berjumlah 144 orang.

Komisioner KPU Viryan Aziz mengimbau agar seluruh petugas yang saat ini masih melakukan perhitungan suara di daerah masing-masing agar menjaga kesehatannya.

“Wajib jaga kesehatan, update Rabu 24 April 2019 per pukul 15.15 WIB, anggota KPPS yang tersebar di 33 provinsi, sakit berjumlah 883 orang, wafat 144 orang, total (sakit dan meninggal) 1.027,” ujar Viryan kepada wartawan, Rabu (24/4/2019).

Adapun jumlah keseluruhan anggota KPPS di 34 Provinsi yang sakit dan meninggal, yakni Aceh, anggota KPPS sakit 46, wafat 2. Bali, anggota KPPS sakit 5, wafat 0. Banten, anggota KPPS sakit 17, wafat 6. Bengkulu, anggota KPPS sakit 8, wafat 3.

Kemudian, DI Yogyakarta, anggota KPPS sakit 8, wafat 5. DKI Jakarta, anggota KPPS sakit 26, wafat 4. Gorontalo, anggota KPPS sakit 64, wafat 0. Jambi, anggota KPPS sakit 8, wafat 1. Jawa barat, anggota KPPS sakit 20, wafat 38. Jawa tengah, anggota KPPS sakit 103, wafat 25. Jawa timur, anggota KPPS sakit 13, wafat 14. Kalimantan Barat, anggota KPPS sakit 0, wafat 5. Kalimantan Selatan, anggota KPPS sakit 15, wafat 0.

Baca Juga :   Selfie dengan Pemandangan Langka saat Gunung Agung Meletus

Selanjutnya, Kalimantan Tengah, anggota KPPS sakit 10, wafat 1. Kalimantan Timur, anggota KPPS sakit 0, wafat 2. Kalimantan Utara, anggota KPPS sakit 15, wafat 0. Kepulauan Bangka Belitung, anggota KPPS sakit 2, wafat 0. Kepulauan Riau, anggota KPPS sakit 4, wafat 1. Lampung, anggota KPPS sakit 40, wafat 7. Maluku, anggota KPPS sakit 0, wafat 1. Maluku Utara, anggota KPPS sakit 0, wafat 0. NTB, anggota KPPS sakit 113, wafat 2. NTT, anggota KPPS sakit 8, wafat 2. Papua, anggota KPPS sakit 0, wafat 1.

Papua Barat, anggota KPPS sakit 2, wafat 0. Riau, anggota KPPS sakit 25, wafat 5. Sulawesi Barat, anggota KPPS sakit 43, wafat 1. Sulawesi Selatan, anggota KPPS sakit 191, wafat 1. Sulawesi Tengah, anggota KPPS sakit 83, wafat 1. Sulawesi Tenggara, anggota KPPS sakit 2, wafat 0. Sulawesi Utara, anggota KPPS sakit 3, wafat 4. Sumatera Barat, anggota KPPS sakit 6, wafat 0. Sumatera Selatan, anggota KPPS sakit 3, wafat 7, dan Sumatera Utara, anggota KPPS sakit 0, wafat 5. (detikcom)

q Santunan Diperkiraan Rp 36 Juta

Sementara itu, KPU bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) saat ini tengah mendiskusikan besaran santunan yang akan diberikan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal ataupun sakit saat bertugas. KPU serta Kemenkeu menargetkan pembahasan soal santunan ini akan selesai dalam waktu satu minggu.

Baca Juga :   Pembuat dan Penyebar Ujaran Kebencian Paslon Kepala Daerah Akan Diproses Hukum

“Jadi prinsipnya dari Kemenkeu menyetujui untuk membayarkan santunan. Pembayaran menggunakan anggaran yang sudah dialokasikan oleh KPU. Hanya kita sekarang sedang melakukan revisi optimalisasi anggaran yang ada. Dari Kemenkeu akan mengeluarkan standar biaya masukan lainnya,” ujar Sekjen KPU Arif Rahman Hakim di KPU, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019).

Arif memastikan pihak Kemenkeu akan segera membuat keputusan. Dia menyebut jika Kemenkeu sudah mengeluarkan putusan, KPU akan segera memberikan santunan ke keluarga petugas KPPS yang meninggal atau yang sakit.

Selain itu, Arif juga menjelaskan, KPU sendiri sudah mengusulkan kisaran biaya. Untuk petugas KPPS yang meninggal, besaran santunan yang diusulkan yakni Rp 36 juta, untuk yang sakit santunannya berkisar antara Rp 16 juta-Rp 30 juta.

“Jadi kalau meninggal kita ancar-ancar (santunan) Rp 36 juta. Yang sakit berkisar antara Rp 16 juta hingga Rp 30 juta, tergantung nanti seberapa tingkat parahnya,” jelasnya.

Arif menuturkan, untuk bisa mendapatkan santunan, ada sejumlah hal yang harus terpenuhi. Salah satunya, sebut dia, yakni keterangan bahwa warga yang meninggal ataupun sakit merupakan anggota KPPS.

“Kita belum (tentukan detail). Tapi intinya, persyaratannya semudah mungkin. Jadi paling tidak ada keterangan kalau misalkan yang bersangkutan anggota KPPS, ada keterangan dari ketua KPPS-nya. Kemudian diverifikasi ditingkat atasnya atau TPS. Tapi prinsipnya kami akan mengeluarkan juknis (petunjuk teknis) yang tidak menyulitkan,” ucapnya. (detikcom)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

Kapolda Metro Jaya Akan Tindak Tegas Oknum yang Anarkis

Jakarta, KoranSN Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono akan menindak tegas oknum atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.