Kronologi Penangkapan Ketua DPRD Muara Enim Aries HB

Tersangka baru hasil pengembangan kasus dugaan suap proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Aries HB (kiri) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (27/4/2020).(foto-antara)

Jakarta, KoranSN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan kronologi penangkapan dua tersangka baru dalam pengembangan perkara dugaan suap terkait dengan proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada tahun anggaran 2019.

Dua tersangka, yakni Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim Aries HB (AHB) dan Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Ramlan Suryadi (RS).

“Setelah memastikan keberadaan para tersangka dan bekerja sama dengan Direktorat Reskrimsus Polda Sumsel, KPK melakukan penangkapan dua tersangka pada hari Minggu (26/4),” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata melalui jumpa pers yang disiarkan langsung akun Youtube KPK di Jakarta, Senin (27/4).

Ia menjelaskan bahwa KPK menangkap tersangka Ramlan pada pukul 07.00 WIB di rumah pribadinya, Perumahan Citra Grand City, Palembang.

“Secara paralel, KPK menangkap AHB pukul 08.30 WIB di rumah orang tuanya, Jalan Urip Sumoharjo, Palembang,” ungkap Alex.

Baca Juga :   Lintasi Jalan Nurdin Panji, Wajah & Tubuh Sulai Disiram Cuka Para Oleh Begal Motor

Setelah diamankan, kata dia, dua tersangka kemudian diperiksa di Kantor Kepolisian Daerah Sumatera Selatan.

“Selanjutnya, dua tersangka diberangkatkan ke Gedung Merah Putih KPK, dan tiba pada hari Senin sekitar pukul 08.30 WIB,” katanya.

Sebelumnya, KPK menetapkan tiga tersangka terkait dengan kasus tersebut, yaitu Bupati Muara Enim Ahmad Yani (AYN), Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Elfin Muhtar (EM), dan Robi Okta Fahlefi (ROF) dari unsur swasta atau pemilik PT Enra Sari.

“Saat ini persidangan AYN dan EM masih berlangsung. Sementara itu, ROF telah menjadi terpidana dan diputus oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang dengan pidana penjara selama 3 tahun dan denda sebesar Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan,” kata Alex.

Baca Juga :   Uang Puluhan Juta Warga Kuto Batu Raib Ditipu Kenalan Facebook

Tersangka Aries dan Ramlan disangkakan melanggar Pasal 12 Huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP, atau Pasal 11 UU No. 31/1999 jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (Antara/ags)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Perpanjang Penahanan Tersangka Edhy Prabowo

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.