Home / Kesehatan / Kulit Bersisik Atau Sering Sakit Bahu? Hati-hati Tanda Sakit Jantung

Kulit Bersisik Atau Sering Sakit Bahu? Hati-hati Tanda Sakit Jantung

Ilustrasi. (foto-net)

Jakarta, KoranSN

Sakit jantung tak melulu ditandai dengan napas memendek atau nyeri di dada kiri. Ada banyak faktor lain yang tidak kita sadari dan bahkan tidak biasa yang mungkin jadi tanda dari jutaan serangan jantung dan ratusan ribu kematian tiap tahunnya.

Berikut adalah 5 alasan tak biasa kamu bisa jadi punya sakit jantung. Jika kamu alami salah satu dari alasan-alasan ini, segera hubungi dokter untuk mencegah terjadinya serangan jantung.

Kulit bersisik

Efek psioriasis ini bisa jadi lebih dari hanya masalah kulit. Studi mengungkapkan adanya risiko timbulnya penyakit jantung adalah 2-3 kali lebih besar pada orang yang punya masalah kulit bersisik atau psoriasis.

“Sebutan umumnya adalah peradangan dan peradangan kronis yang sama di kulit (orang dengan psoriasis) juga dapat merusak arteri, menjadikannya risiko tinggi serangan jantung dan stroke,” kata Mona Gohara, M.D., profesor dermatologi klinis di Yale School of Medicine, dikutip dari Men’s Health.

Kaitan tak terduga antara kondisi kulit yang relatif minor dan penyakit vaskular serius merupakan salah satu efek dari sebuah kondisi di mana sistem imun menyerang sel-sel sehat di seluruh tubuh.

Tiap tahunnya, orang yang mengidap psoriasis punya 1 persen kemungkinan berisiko serangan jantung dan stroke. Kabar baiknya, beberapa pengobatan psoriasis dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Menghirup udara berpolusi

Asap campur kabut (asbut) terkait dengan banyak penyakit medis, termasuk penyakit jantung. Sebuah studi ungkapkan bahwa polusi dapat mengurangi kolesterol HDL (atau kolesterol yang bagus) bahkan setelah hanya paparan yang sejenak.

Jadi tak hanya orang-orang tua yang memiliki masalah kesehatan yang perlu khawatir, kerusakan pembuluh darah dan peradangan juga dialami orang-orang muda yang sehat karena tereskpos polusi udara dalam ruangan, menurut riset dalam Circulation Research.

Baca Juga :   Bahaya di Balik Keseringan Pakai Sepatu Hak Tinggi

Tapi jangan khawatir, kamu tak otomatis langsung sakit jika kamu tinggal di kota yang berasbut. Riset baru-baru ini menunjukkan bahwa menyalakan AC saat melakukan perjalanan di dalam mobil mengurangi polusi hingga 34 persen.

Di kantor atau di rumah, cobalah gunakan air purifier. Pertimbangkan juga untuk mengonsumsi suplemen dengan minyak ikan, karena pada sebuah studi dari EPA dan National Institute for Environmental Health Sciences menemukan bahwa minyak ikan omega-3 menurunkan kerentanan tubuh kita pada efek dari polusi udara luar ruangan yang beracun.

Mengonsumsi obat pereda nyeri untuk redakan gejala flu atau pilek

Saat kamu merasa sakit atau demam, alamiah untuk mengonsumsi NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drug) atau obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan naproxen.

Namun, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Infectious Diseases menemukan bahwa orang yang meminum obat-obatan tersebut saat alam infeksi pernapasan meningkatkan risiko 3,4 kali lipat untuk terkena sakit jantung.

“Alasannya belum jelas, tapi memang ada beberapa isu potensial yang menempatkan konsumsi NSAID berisiko,” kata Sarah Samaan, M.D., ahli jantung dari Texas. Ia menyarankan untuk menghindari konsumsi obat ini jika memungkinkan.

“Karena banyak orang yang punya penyakit jantung tak menyadari bahwa mereka mengidapnya, aku sarankan pencegahan, terutama jika berumur di atas 50 tahun atau punya faktor risiko hipertensi, diabeters, kolesterol tinggi, atau perokok,” tuturnya.

Jika merasa tidak enak badan, cobalah dengan cara alami seperti minum-minuman hangat, istirahat, minum aspirin atau asetaminofen. Namun tetap konsultasikan pada dokter jika ingin konsumsi obat tersebut.

Nyeri di bahu

Nyeri bahu memang secara tidak langsung menyebabkan masalah jantung, namun ada beberapa kaitan antara keduanya. Orang yang memiliki risiko tinggi penyakit jantung umumnya sering alami masalah pada bahunya, menurut sebuah studi di Journal of Occupational and Environmental Medicine.

Baca Juga :   7 Tips Jitu agar Mantan Pacar Mau Diajak Balikan

36 peserta dalam studi tersebut memiliki sekumpulan faktor risiko parah dari penyakit jantung, misal tekanan darah dan kolesterol tinggi serta diabetes. Ditemukan bahwa mereka hampir lima kali lebih mungkin memiliki nyeri sendi bahu ketimbang mereka yang tak punya faktor risiko.

Mereka juga nyaris enam kali lebih mungkin memiliki kondisi nyeri bahu lainnya, tendinitis rotator cuff, atau peradangan tendon yang menempelkan sendi rotator cuff (sendi bahu yang berputar) ke tulang lengan.

Perlu dicatat bahwa studi tersebut adalah studi yang kecil dan dibutuhkan riset tambahan untuk membuktikan penyebab dan akibatnya. “Untuk saan ini, orang yang mengalami sakit bahu perlu mempertimbangkan hal ini untuk membatasi faktor risiko penyakit jantung mereka,” kata Kurt Hegmann, M.D., direktur dari Rocky Mountain Center for Occupational and Environmental Health di Salt Lake City, Utah.

Ada di lingkungan yang bising

Suara bising yang kita dengar tiap harinya seperti suara sirene atau konstruksi bangunan tak hanya menyakiti gendang telingamu, namun juga buruk bagi jantungmu, menurut studi baru dalam Journal of the American College of Cardiology.

Ditemukan bahwa orang yang berada di lingkungan bising punya angka tinggi mengidap gagal jantung, irama jantung tak beraturan (aritmia), serta tekanan darah, kolesterol, dan gula darah yang tinggi.
Baca juga: Bising, Satu dari Sekian Pemicu Serangan Jantung Tak Terduga

Bising dapat menyebabkan naiknya hormon stres yang pada akhirnya mengarah ke kerusakan vaskular. Bising menaikkan produksi hormon kortisol, hormon stres yang dapat mendorong tekanan darah, meski pada saat kamu tidur.

Cegah bising dengan menutup jendelamu, gunakan karpet atau alas di lantai untuk meredam suara, atau pakai earplug saat kamu tidur. (detikcom)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Guru Besar: Pola Makan Tepat Cegah Prevalensi Penyakit Tidak Menular

Padang, KoranSN Guru Besar Ilmu Gizi Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, Prof Delmi Sulastri …