Home / Wisata / Kunjungan Wisatawan di Museum Timah Indonesia Capai 246.919 Orang

Kunjungan Wisatawan di Museum Timah Indonesia Capai 246.919 Orang

Direktur Sumber Daya Manusia PT Timah Tbk, Muhammad Rizki saat memberikan sambutan di Seminar Publik ‘Kawasan Heritage Belinyu dalam Perspektif dan Pengembangan’ Belinyu. (foto-antaranews)

Belinyu, KoranSN

Jumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung di Museum Timah Indonesia di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai 246.919 orang.

Hal ini disebabkan, karena museum tersebut memiliki nilai sejarah terkait timah dan perjuangan timah bangsa melawan penjajahan.

“Dalam lima tahun terakhir kunjungan wisatawan ke Museum Timah Indonesia di Kota Pangkalpinang dan Muntok Bangka Barat mencapai 246.919 orang,” kata Direktur Sumber Daya Manusia PT Timah Tbk, Muhammad Rizki di Belinyu, Jumat (8/11/2019).

Baca Juga :   Sektor Pariwisata Palembang Terdampak Negatif Akibat Asap

Dia mengatakan, jumlah wisatawan berkunjung di Museum Timah Indonesia di Muntok Kabupaten Bangka Barat terhitung sejak 2014 hingga 2019 sebanyak 83.016 orang.

Sementara itu, jumlah wisatawan berkunjung di Museum Timah Indonesia di Kota Pangkalpinang sejak dalam lima tahun terakhir sebanyak 163.903 orang.

“Para wisatawan ini tidak hanya berkunjung ke museum, tetapi juga mengunjungi objek wisata, sentra UMKM dan kuliner sehingga berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, PT Timah Tbk terus berupaya mengoptimalkan sarana dan prasarana museum, agar wisatawan aman, nyaman dan lebih santai menikmati serta melihat peninggalan-peninggalan sejarah terkait timah di Pulau Bangka.

Baca Juga :   Pengunjung Tugu Khatulistiwa Melonjak Saat Kulminasi Matahari

“Kita menyediakan dua unit mobil klasik pownis di Museum Timah Indonesia Kota Pangkalpinang untuk mengantar wisatawan ke objek wisata sejarah di ibukota provinsi itu,” katanya.

Kepala Museum Timah Indonesia, Muhammad Taufik mengatakan Museum Timah Indonesia merupakan museum teknologi pertimahan yang dikelola PT Timah Tbk.

Museum ini didirikan pada 1958 untuk mencatat sejarah pertimahan di Bangka Belitung.

Museum Timah Indonesia menempati sebuah gedung bersejarah yang awalnya adalah rumah dinas Hoofdt Administrateur Bangka Tin Winning (BTW).

“Pada masa perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno, Hatta dan para pemimpin tinggi Republik Indonesia diasingkan ke Bangka mengadakan perundingan dengan utusan PBB (Komisi Tiga Negara) pada 1948 di gedung tersebut. Pada pertemuan ini akhirnya mengantarkan pada kedaulatan Belanda pada Republik Indonesia pada 1949,” kata Taufik. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Realisasi Kunjungan Wisatawan ke Gunung Kidul Capai 2.525.202 Orang

Gunung Kidul, KoranSN Realisasi kunjungan jumlah wisatawan di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.