Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Polrestabes / Kurir Narkoba Antar Provinsi Dibekuk di Lubuklinggau

Kurir Narkoba Antar Provinsi Dibekuk di Lubuklinggau

Waka Polres Lubuklinggau Kompol Zulkarnain saat mengintrogasi tersangka Eri (Foto-Rifat/KoranSN)

Lubuklinggau, KoranSN

Satuan Reserse Narkoba Polres Lubuklinggau membekuk kurir Narkoba lintas provinsi. Tersangkanya, yakni Erizal alias Eri (34), warga Jalan Sail Gang Sepakat Kecamatan Tenayang Raya Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.

Tersangka ditangkap, Kamis (18/7/2019) sekitar pukul 23.00 WIB usai makan pecel lele di kawasan Jalan A Yani Lubuklinggau Utara II tanpa perlawanan.

Dari penangkapan tersebut diamankan Narkoba jenis sabu dalam plastik klip besar 82,66 gram atau 1 ons lebih yang disimpan didalam tas warna hitam.

“Ini kurang lebih satu ons, berarti sekitar 250 juta,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Zulkarnain didampingi KBO Res Narkoba, Ipda Samuel, Jumat (19/7/2019).

Dijelaskannya, penangkapan tersangka yang juga merupakan residivis kasus perlindungan anak dan perempuan ini, berawal dari laporan masyarakat. Kemudian petugas satres Narkoba mendapatkan laporan bahwa ada bandar yang berasal dari Pekan Baru akan transaksi di Lubuklinggau. Sehingga polisi melakukan penyelidikan.

“Ternyata memang kita dapatkan informasi sesuai dengan ciri-ciri yang bersangkutan, tersangka ini,” ujarnya.

Baca Juga :   Barang Ilegal Senilai Rp 3,6 Miliar Asal Cina Masuk dari Sungai Musi

Kemudian setelah dilakukan penggeledahan, diamankan barang bukti satu ons sabu tersebut.

“Kita amankan hampir satu ons lebih. TKP di pecel lele, sekitar Megang. Karena kita memang lakukan pengintaian dari ciri mobil,” bebernya.

Kepada polisi, tersangka mengaku dirinya berdua dengan rekannya berinisial ‘D’ naik mobil jenis minibus warna orange dari Pekan Baru.

“Saat ini kami lagi kembangkan temannya. Mudah-mudahan mau kooperatif tersangka ini supaya dapat temannya yang diduga sebagai pemilik sabu ini,” timpalnya.

Dalam kesempatan rilis kemarin, Wakapolres menyempatkan diri mewawancarai tersangka.

“Yang ngenali saya dengan ‘D’ si bos. Bos itu orang Pekan Baru. Saya kenal bosnya ‘D’ ini dipenjara, di Lapas Bengkalis,” ungkap tersangka.

Tersangka juga mengaku pernah dipenjara dalam perkara asusila. Dan datang ke Lubuklinggau diajak D.

Gak tahu Pak mau diedarkan dimana. Saya tahunya pas di Muaro Bungo. Tahunya itu Narkoba,” bebernya.

Ditanya berapa upah membawa sabu? Tersangka berkilah tidak ada dijanjikan. Kemudian ditanya lagi sudah sering atau tidak mengantarkan sabu? Tersangka menjawab baru sekali.

Baca Juga :   Ita Sempat Teriak Minta Tolong, Pembunuhan Sadis Ketua Waria di Rusun

“Baru ini. Saya baru bebas dari Lapas Bengkalis,” jelasnya.

Tersangka mengatakan, mendapatkan hukuman dalam perkara asusila selama 8 tahun di lapas bengkalis.

“Saya kawin lari, dilaporkan oleh keluarganya. Orang tuanya, korbannya di bawah umur,” kata tersangka yang juga saat ditanya berapa nilai harga sabu yang dibawanya tersebut mengaku tidak tahu.

Selain itu, tersangka mengaku memakai Narkoba jenis sabu, dan saat ditangkap memang ia sedang memegang tas yang berisi sabu.

“Kita ngantar ini (tas). Kutengok sabu. Pokoknya biasa saja jangan sampai mencurigakan kata ‘D’. Habis itu aku tidur saja di mobil,” terangnya.

Setelah sampai di Lubuklinggau, ‘D’ menyerahkan tas tersebut.

“Kita makan dulu katanya. pas makan, turun. Pegang tas itu, pas makan ada orang nelpon ‘D’, katanya di lampu merah. Habis itu pergi, ditinggal aku disitu. Pas ditinggal, aku makan, sudah selesai makan, sudah merokok, dia gak datang-datang, aku kebingungan. Uang gak ada,” jelasnya.

Selanjutnya tak lama berselang tersangka ditangkap.

“Aku diajak ke sini sama ‘D’ berdua naik mobil warna orange. Kata ‘D’, ayo kita jalan ke Linggau, biar tahu Lubuklinggau,” ujarnya. (rif)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Polda Gerebek Home Industri Mie Formalin di Ilir Barat I

Palembang, KoranSN Setelah lima tahu beroperasi, home industri pembuatan mie basah yang mengandung formalin di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.