Rabu , Desember 19 2018
Home / Nasional / Kursi Pimpinan MPR Ditambah, DPD ‘Cemburu’

Kursi Pimpinan MPR Ditambah, DPD ‘Cemburu’

Tampak Rapat Paripurna DPD. (foto-net/vivanews.com)

Jakarta, KoranSN

Anggota Dewan Perwakilan Daerah, I Gede Pasek Suardika, menilai penambahan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat semakin memperbesar disparitas kepemimpinan di MPR. Seharusnya, kata Pasek, DPD juga mendapatkan kursi pimpinan di MPR.

“Secara formal memang tak dilibatkan langsung, hanya komunikasi informal yang berjalan. Dengan diputuskan di MPR sekarang jadinya seakan DPD makin dikecilkan, karena DPD yang 132 bisa dikalahkan dengan mereka yang punya 30 kursi, duduk di MPR jadi pimpinan,” kata Pasek di gedung DPR, Selasa (13/2/2018).

Baca Juga :   KPK Ingatkan Pejabat Negara Laporkan Kekayaan

Menurutnya, dari 132 anggota DPD sebenarnya mewakili tiga rumpun wilayah. Bahkan kalau dari angka anggota DPD tersebut masih bisa dibagi mewakili sejumlah daerah.

“Posisi kami 132. Kami bagi tiga pun, atau dua, jumlahnya mewakili. 130 bagi dua sudah besar juga. Semestinya, idealnya DPD tambah satu. Dan pimpinan MPR dikurangi,” kata Pasek.

Ia menilai, seharusnya keseimbangan perlu dijaga. Sebab, dengan desain empat pimpinan MPR dari perwakilan fraksi dan satu dari perwakilan DPD saja dianggap tak seimbang.

Baca Juga :   PAN Masih Timbang Usung Jokowi Jadi Capres

“Dengan ditambah lagi semakin disparitas kepemimpinan di MPR, semakin jomplang,” kata Pasek.

Sebelumnya, DPR mengesahkan penambahan jumlah pimpinan MPR. Penambahan ini dilakukan melalui revisi UU MD3. Sehingga disepakati dilakukan penambahan tiga pimpinan MPR.

Adapun fraksi yang menyetujui penambahan ini sebanyak delapan fraksi. Dua fraksi lainnya PPP dan Nasdem menolak pengesahan UU ini. Mereka pun melakukan aksi walkout. (vivanews)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

8 Tersangka Suap DPRD Sumut Segera Disidang, 1 Masih Buron

Jakarta, KoranSN KPK merampungkan penyidikan delapan anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) tersangka kasus dugaan suap. ...

error: Content is protected !!