Home / Gema Sriwijaya / Lagi, 6 Ton Minyak Ilegal Disita

Lagi, 6 Ton Minyak Ilegal Disita

Mobil Truk yang digunakan tersangka mengangkut BBM Ilegal
Kayuagung, KoranSN – Setelah beberapa hari lalu jajaran jajaran Polres OKI menyita 8,9 ton minyak ilegal jenis bensin dan minyak tanah yang diangkut truk saat melintasi Jalintim depan Polsekta Kayuagung, kini mereka lagi-lagi menyita barang serupa seberat 6 ton saat melintasi lokasi yang sama.

Jika sebelumnya penyitaan 8,9 minyak ilegal yang hendak dibawa ke Lampung sebagian besar diduga milik oknum perwira TNI AD berpangkat Kapten, kali ini minyak serupa yang diangkut dengan tujuan yang sama belum diketahui identitas pemiliknya.

Sama seperti penyitaan yang pernah terjadi, polisi melakukan razia rutin di Jalintim depan Mapolsekta Kayuagung yang berhadapan dengan kantor Bupati OKI. 6 ton minyak tanah ilegal ini diangkut menggunakan mobil truk Mitsubishi Colt Diesel BE 9609 CQ.

Baca Juga :   Pemkab Muratara Tanda Tangani MoU dengan Kejari Lubuklinggau

“Tepat sekitar pukul 03 00 WIB Minggu dini hari, kami menghadang mobil itu karena mencurigakan. Setelah diperiksa ternyata mengangkut minyak tanah ilegal yang dimasukkan ke dalam 27 drum, sopirnya tidak memiliki surat dan dokumen resmi,” kata Kapolres OKI AKBP M Zulkarnain SIK diwakili Kasatreskim AKP Dikri Olfandi dan Kanit Pidsus Iptu Jailili SH kemarin.

Katanya, selain menyita barang bukti, polisi juga mengamankan sopirnya bernama Zoelkarnain alias Zul Bin Zainudin  (35) warga Jalan Purnawirawan I Lingkungan II Kelurahan Langkapura Bandar Lampung. Sedangkan kernetnya berinisial Rus melarikan diri.

Dijelaskannya, pengakuan tersangka minyak tanah ilegal ini milik 3 orang yang tidak diketahui identitasnya karena tersangka hanya bertugas mengangkut minyak hasil penyulingan warga di Desa Sungai Angit Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin menuju ke Lampung.

Baca Juga :   Sukardi SP Terpilih Ketua KTNA Banyuasin

Menurut mereka, akhir-akhir ini Jalintim OKI sangat rawan terjadi perlintasan yang mengangkut barang ilegal seperti minyak. Para pelaku melanggar pasal 53 huruf b dan d UU No 22 th 2001 tentang Migas.

“Aku dapat upah Rp 1,5 juta untuk sekali angkut ini. Upah itu kami bagi berdua dengan kernet. Jika minyak sudah sampai di Lampung, nanti ada orang yang sudah menunggu di sana jadi kami belum tahu siapa pemiliknya,” terang dia. (iso)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Pemkab Mura Jalin Kesepahaman Bersama dengan ITB

Musirawas, KoranSN Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Pemkab) melaksanakan Kesepahaman Bersama (MoU) dengan Institut Teknologi Bandung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.