Home / Headline / Lagi, Rp 2,3 M Uang Kerugian Negara Dugaan Korupsi Bandara Atung Bungsu Pagaralam Disita

Lagi, Rp 2,3 M Uang Kerugian Negara Dugaan Korupsi Bandara Atung Bungsu Pagaralam Disita

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sumsel, Raimel Jesaja SH MH didampingi Kasi Penuntutan, M Na’imullah SH MH menujukkan uang senilai Rp 2,3 miliar yang diserahkan oleh terdakwa M Teguh Somad melalui keluarganya. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Rabu (13/3/2019) lagi kembali menyita uang kerugian negara dugaan kasus korupsi proyek pembangunan Jalan Bandara Atung Bungsu Pagaralam tahun 2013 dari terdakwa M Teguh Somad. Kali ini terdakwa Teguh melalui keluarganya mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 2,3 miliar.

Pengembalian uang kerugian negara tersebut merupakan yang kedua kalinya dilakukan, dimana sebelumnya, Selasa lalu (5/3/2019) terdakwa telah mengembalikan uang kerugian negara senilai Rp 3 miliar.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sumsel, Raimel Jesaja SH MH didampingi Kasi Penuntutan, M Na’imullah SH MH mengatakan, pada dugaan kasus korupsi pembangunan jalan tahap III dua jalur akses Bandara Atung Bungsu Pagaralam ini terjadi kerugian negara sebesar Rp 5,3 miliar dari total pagu anggaran Rp 24 miliar.

“Beberapa hari yang lalu terdakwa Teguh melalui keluarganya telah mengembalikan uang kerugian negara senilai Rp 3 miliar. Dan kini terdakwa yang juga melalui keluarganya kembali menyerahkan sisa uang kerugian negara, yakni Rp 2,3 miliar. Dengan demikian, saat ini semua uang kerugian negara senilai Rp 5,3 miliar sudah dikembalikan oleh terdakwa Teguh. Uang yang diserahkan tersebut kami sita yang kemudian diserahkan ke kas negara,” ungkap Raimel.

Masih dikatakan Raimel, walaupun terdakwa kini telah mengembalikan semua kerugian negara namun untuk proses hukum yang kini sedang dalam tahap persidangan masih terus dilakukan.

“Pengembalian uang kerugian negara tersebut merupakan itikad baik terdakwa yang peduli akan kerugian negara yang terjadi dalam perkara ini, dan kami selaku Penyidik Pidsus (Pidana Khusus) Kejati Sumsel mengucapkan terimakasih kepada terdakwa. Dan tentunya, dengan telah mengembalikan semua uang kerugian negara maka nantinya akan ada pertimbangan yang meringankan bagi terdakwa saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan dalam persidangan,” ujarnya.

Baca Juga :   Polda Sumsel Bentuk Tim Kejar Pelaku Pembunuh Dela

Lebih jauh dikatakan Raimel, sementara berdasarkan fakta persidangan terdakwa M Teguh Somad, pihaknya tidak menemukan fakta-fakta tersangka baru dalam dugaan kasus ini.

“Sebab dalam perkara ini dulunya sudah ada beberapa terdakwa yang sudah divonis hakim dan perkaranya sudah inkrah. Setelah itu, barulah Teguh ditetapkan sebagai tersangka lalu ditangkap usai menjadi buronan, dan kini terdakwa sedang menjalani proses persidangan di pengadilan. Jadi dari fakta persidangan, kami belum melihat akan ada tersangka baru dalam dugaan kasus ini,” tandas Raimel.

Diberitakan sebelumnya Kejati Sumsel, Selasa (5/3/2019) menyita uang Rp 3 miliar dari M Teguh Somad selaku terdakwa dugaan kasus korupsi proyek pembangunan Jalan Bandara Atung Bungsu Kota Pagaralam tahun 2013.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sumsel, Raimel Jesaja SH MH saat itu mengatakan, dalam dugaan kasus ini total pagu anggaran proyek pembangunan jalan tahap III dua jalur akses Bandara Atung Bungsu Pagaralam sebesar Rp 24 miliar. Namun dalam pengerjaan proyek tersebut, terdakwa yang merupakan kontraktor dan juga Direktur PT Baniah Rahmat Sentosa selaku perusahaan yang melakukan pekerjaan peroyek, mengurangi volume pembangunan jalan sehingga menimbulkan kerugian negara.

“Jadi terdakwa ini melakukan pengurangan volume pengerjaan proyek seperti; panjang, lebar dan ketebalan jalan hingga tidak sesuai dengan ketentuannya. Akibatnya terjadi kerugian negara sebesar Rp 5,3 miliar. Saat ini terdakwa melalui keluarganya mengembalikan uang Rp 3 miliar, kita harapkan sisanya sekitar Rp 2 miliar lebih nantinya juga akan diserahkan kepada kami selaku jaksa,” tegasnya saat itu.

Baca Juga :   Dihajar Warga, Pencuri Nyaris Tewas

Masih dikatakan Raimel, untuk terdakwa Teguh saat ini yang bersangkutan sudah ditahan di sel tahanan Rutan Pakjo Klas I A Palembang dalam rangka mempermudah proses persidangan.

“Terdakwa kini sudah di Rutan Pakjo, dia ditahan karena saat ini kan sudah tahapan persidangan. Sedangkan terkait terdakwa mengembalikan uang kerugian negara, ya tentunya kami mengapresiasinya. Walaupun saya tegaskan kembali jika pengembalian uang ini tidak menghapus proses hukum,” tutupnya.

Sekedar mengingatkan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel, Senin 27 Agustus 2018 lalu menangkap M Teguh Somad selaku kontraktor proyek pembangunan jalan Bandara Atung Bungsu Pagaralam. Teguh yang merupakan buronan dugaan kasus korupsi ini ditangkap saat turun dari pesawat di Bandara SMB II Palembang usai melaksanakan ibadah haji.

“Kami bersama dengan KPK menangkap Teguh saat sedang berada di Bandara SMB II Palembang, saat itu tersangka baru turun dari pesawat usai melaksanakan ibdah haji,” ungkap Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel yang saat itu dijabat AKBP Herwansyah Saidi.

Terpisah, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara sebelumnya juga mengatakan, dirinya menggandeng KPK melakukan penangkapan terhadap tersangka Teguh, karena KPK memiliki peralatan teknologi yang lebih canggih dibandingkan peralatan dimiliki Polda Sumsel.

“Penangkapan tersangka bukan OTT, tapi ditangkap karena kasus yang lama dan memang tersangka telah menjadi DPO Polda Sumsel. Karena KPK memiliki peralatan lebih canggih dari Polda Sumsel, makanya kami berkoordinasi dengan KPK dalam penangkapan tersangka ini,” tutup Kapolda. (ded)


Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Kapolda Sumsel Janji Sikat Toke Kayu Ilegal

Palembang, KoranSN Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Selasa (19/3/2019) berjanji menyikat (menindak tegas) toke ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.