Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Dari Desa ke Desa / Lahan Komoditi Perkebunan Berkurang Akibat Alih Fungsi

Lahan Komoditi Perkebunan Berkurang Akibat Alih Fungsi

Ilustrasi.(foto-net)

Pagaralam, KoranSN

Usai melakukan pendataan secara berkelanjutan, Dinas Pertanian melalui Bidang Perkebunan membenarkan sejumlah lahan perkebunan di wilayah Kota Pagaralam berangsur berkurang, akibat alih fungsi lahan.
Pemicunya, selain anjloknya harga komiditi tersebut, juga pembukaan lahan kavlingan yang belakangan mulai dilirik untuk memenuhui kebutuhan rumah dan investasi sejalan dengan pertumbuhan penduduk.

“Lahan komoditi perkebunan di wilayah Pagaralam mulai berkurang. Sudah kita croscek langsung di lapangan dan kita data,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Pagaralam, Gunsono Mekson SE MM didampingi Kabid Perkebunan Rudi SP melalui Kasi Tanaman Tahunan, Tajudin, Senin (25/11/2019).

Baca Juga :   Dana Desa Jangan Dikelola Asal-Asalan

Tajudin menyebutkan, seperti area lahan kopi. Tahun 2019, lahan komoditi kopi menyusut mencapai 97 hektar.

“Tahun lalu luasnya mencapai 8.323 hektar. Sementara di 2019 menyusut menjadi sekitar 8.226 hektar. Ada 10 tanaman komoditi yang dikembangkan masyarakat di wilayah Pagaralam, diantaranya kopi, lada, kakao (coklat, red), vanili, karet, kayu manis, cengkeh, kemiri, kelapa, dan teh (PTPN VII),” sebutnya.

Setelah dilakukan pengecekan ke lapangan lanjutnya, berkurangnya area lahan kopi akibat pembukaan lahan kavlingan rumah. Seperti di wilayah Dempo Selatan, terdapat sekitar 30 lokasi lahan kavlingan yang awalnya sebagaian merupakan kebun kopi.

Baca Juga :   Dikepung Asap, Warga Ngungsi ke Kantor Camat Kayuagung

“Kendati demikian, Pemkot Pagaralam melalui Dinas Pertanian tetap berupaya meningkatkan produksi kopi di masa-masa akan datang. Semisal dengan program stek sambung dan pembinaan kepada petani,” ujarnya.

Pemicu lain, anjloknya harga. Tajudin mencontohkan area lahan karet belakangan ini diperkirakan sudah jauh berkurang mencapai sekitar 300 hektar. Begitupun dengan area lahan sawit yang belakangan kualitas panen tandan buah segar belum begitu baik. Beberapa penyebab ini, petani justru malah kembali melirik untuk melakukan penanaman kopi.

“Untuk detailnya, perubahan area luas lahan komoditi perkebunan akan kita lihat lagi di laporan pendataan 2020 mendatang,” pungkasnya. (asn)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Bupati OI: BPD Mitra Kepala Desa Bukan Pesaing atau Rivalnya

Indralaya, KoranSN Badan Permusyawaratan Desa (BPD) adalah lembaga pemerintahan desa dan sebagai mitra kepala desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.