Home / Politik dan Pemerintahan / Launching Ambulance Motor 119, HD: Jangan Pernah Jadikan Kesehatan Komoditas Politik

Launching Ambulance Motor 119, HD: Jangan Pernah Jadikan Kesehatan Komoditas Politik

Sukseskan MXGP Indonesia di Palembang, Indonesia

Syukuran Hari Jadi Kota Palembang ke 1336 Tahun

Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Gubernur Sumsel, H Herman Deru saat memberikan sambutan dalam pembukaan Raker Kesda Provinsi Sumsel 2019. (Foto-Humas Pemprov Sumsel)

Palembang, KoranSN

Gubernur Sumsel, H Herman Deru mendampingi Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Prof Dr dr Nila Djuwita F Moeloek SpM (K) membuka Raker Kesda Provinsi Sumsel 2019 mulai 11-13 April, di Hotel Santika Premiere, Jumat sore (11/4/2019).

Di hadapan seluruh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Sumsel yang hadir, Herman Deru dengan tegas meminta jangan pernah sekali-kali menjadikan kesehatan sebagai komoditas politik.

“Jangan pernah menjadikan kesehatan sebagai komoditas politik. Kesehatan adalah hak masyarakat. Jadi sudah menjadi kewajiban kita untuk melayani,” tegasnya.

Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat menurutnya, banyak cara yang bisa dilakukan walaupun meski dengan dana yang terbatas.

Hal itu telah dibuktikannya saat menyiasati penyediaan monil ambulance bagi warga yang membutuhkan di desa-desa di OKU Timur yang jumlahnya ratusan.

“Kalau satu desa mau dikasih satu ambulance dari mana duitnya. APBD gak cukup karena satu mobil saja bisa mencapai Rp 200 juta,” ujarnya.

Karena itu bersama instansi terkait iapun berusaha memutar otak dan beeinisiatif memanfaatkan kendaraan warga. Dimana setiap warga di setiap desa yang punya kendaraan dikumpulkan untuk MoU, lalu kendaraan mereka disiapkan menjadi ambulance dengan biaya operasional disubsidi oleh pemerintah daerah.

“Jadi kami MoU meminta kesediaan mereka kalau sewaktu-waktu mobilnya dipakai untuk ambulance dan kita yang biayai perawatannya. Atas inisiatif itu saya dapat penghargaan bantuan dari Menkes uang senilai Rp 1 miliar untuk kas daerah,” jelasnya.

Baca Juga :   Gubernur Simak Sumbang Saran Fraksi -Fraksi

Atas pengalaman itulah ia yakin betul bahwa mencegah penyakit bisa dilakukan dengan biaya murah asalkan ada kemauan yang kuat.

Pada Rakerkesda tersebut Gubernur Sumsel, Herman Deru bersama Menkes RI, Prof Dr dr Nila Djuwita F Moeloek SpM (K) dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy melaunching Ambulance Motor 119 yang merupakannbagian Unit Reaksi Cepat (URC) dari program layanan kesehatan Tanggap Sumsel.

“Ide ini bukan untuk membalik fungsi ambulance, tapi lebih pada percepatan pelayanan yang datang ke pasien. Adanya ambulance motor ini ini merupakan perwujudan perhatian pemerintah kepada masyarakat. Perhatian ini tentu membuat maayarakat nyaman,” jelasnya seraya mengatakan untuk tahap awal ini, ambukance motor tersebut diberikan pada 2 daerah yang capaian UHC 100%, yakni Kabupaten Lahat dan Muara Enim.

Tak hanya membahas pentingnya armada untuk petugas melakukan jemput bola ke pasien, kesempatan bertemu dengan Menkes juga dimanfaatkan oleh HD untuk curhat soal lambannya penyebaran dokter spesialis di daerah.

“Dokter spesialis menumpuk di kota, kadang daerah-dareah sudah beri insentif tapi masih gak mau juga. Ini bukan domain kami, makannya kepada Ibu Menteri saya minta ini dibuatkan payung hukumnya,” jelasnya.

Selain penyebaran dokter spesialis, HD mengaku bermimpi suatu saat seluruh warga Sumsel memiliki data medical record hingga ada rekam medisnya agar pengobatan benar-benar tepat.

Baca Juga :   Simpati Kabut Asap, Gerindra Gelar Bakti Sosial

“Jadi datanya cuma satu, mengobatinya lebih mudah. Saya ingin ini terlaksana sebelum pergantian tahun,” jelasnya.

Sementara Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Prof Dr dr Nila Djuwita F Moeloek SpM (K) mengaku, sangat mengaparesiasi ketegasan Gubernur Sumsel soal pelayanam kesehatan. Mengingat kesehatan adalah poin penting dalam kehidupan.

“Apapun kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, bagaimanapun kondisinya harus jalan. Karena bagaimana mau berpendidikan baik dan sejahtera jika kesehatan masih terabaikan” tambahnya.

Demikian pula soal inovasi Gubernur Sumsel menyediakan ambulance motor langsung mendapat apresiasi khusus dari Menkes, yang menurutnya inovasi ini patut dicontoh daerah lainnya.

Kadinkes Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy menjelaskan, Rakerkesda kali ini akan membahas 5 isu penting. Diantaranya peningkatan pencegahan penyakit tidak menular, masalah stunting, dan eliminasina TBC yang dituangkan dalam penyampaian paparan Rencana Aksi Daerah perwakilan dari 5 kabupaten dan kota yang ditunjuk. Dengan harapan, melalui Rakerkesda 2019 ini kolaborasi pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam penguatan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta dapat terwujud.

“Kita terimakasih sekali Ibu Menteri di tengah jadwalnya yang padat bisa datang ke acara ini. Seperti kita ketahui di 10 provinsi diadakan juga Rakerdasda secara serentak dan Rakerkesda ini menindaklanjuti Rakerkesnas Februari lalu,” jelasnya.

Selain dihadiri Kepala Dinas Kesehatan se-Sumsel, dalam Rakerkesda tersebut juga tampak dihadiri Duta Narkoba Millenial Sumsel Ratu Tenny Leriva Herman Deru. (awj)

Iklan Warung Seblak Dadaan Sunda di Citimall Lahat

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Ponpes Mambaul Hisan dan Warga Deklarasi Wujudkan Situasi Aman & Damai

Palembang, KoranSN Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.