Home / Lacak / Liburan ke Lampung, 5 Pegawai Bank Mandiri Jadi Korban Tsunami

Liburan ke Lampung, 5 Pegawai Bank Mandiri Jadi Korban Tsunami


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Muhammad Amin pegawai bank mandiri cabang palembang yang jadi korban tsunami di lampung selatan. (foto-ist)

Palembang, KoranSN

Muhammad Amin (28), warga Jalan Maskarebet Sukarami Palembang yang merupakan pegawai Bank Mandiri Cabang Palembang beserta empat teman kerjanya berhasil selamat saat tsunami menerjang kawasan Pantai Kalianda Lampung Selatan Provinsi Lampung, Sabtu (22/12/2018) sekitar pukul 21.27 WIB.

Saat kejadian Amin bersama teman-temannya sedang berlibur di Pantai Kalianda. Akibatnya, Amin tersapu gelombang tsunami, dan dia berhasil selamat setelah merangkul kayu yang hanyut.

Arif (30), kakak kandung dari Muhammad Amin saat ditemui di rumah orang tua korban di Jalan Swadaya Lorong Sahabat Nomor 2642 RT 45 Kelurahan Srijaya Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang mengatakan, pihak keluarga di Palembang mengetahui Amin terseret tsunami setelah korban menelpon dirinya dari Lampung Selatan menggunakan handphone relawan. Ketika itulah, Amin menyampaikan jika korban dan empat temannya saat ini sedang di rawat di rumah sakit yang berada di Kalianda Lampung Selatan.

“Adik saya Amin ini berada di Lampung dalam rangka liburan bersama empat temannya sesama Pegawai Bank Mandiri Cabang Palembang, tapi untuk nama-nama keempat teman adik saya ini saya tidak tahu, yang saya tahun Amin dan temannya sama-sama bekerja di Bank Mandiri sebagai staf bagian sosial,” katanya, Minggu (23/12/2018).

Baca Juga :   Napi Merah Mata Ditetapkan Tersangka Pengedar Narkoba di Dalam Lapas

Menurutnya, adiknya Amin dan keempat temannya berangkat dari Palembang, Jumat kemarin (21/12/2018). Setiba di Lampung Selatan, kelimanya menginap di penginapan yang lokasinya berada di bibir pantai hingga kelima korban tersapu oleh gelombang tinggi tsunami.

“Dari cerita Amin saat menelpon pagi tadi (kemarin), mereka berlima terseret arus tsunami sangat jauh. Bahkan akibat terseret arus ini membuat baju dan celana yang dikenakan Amin terlepas dari tubuhnya, lalu hanya dengan mengenakan celana dalam Amin pun berjuang hidup dengan memeluk kayu yang hanyut. Tak lama kemudian, Amin pingsan dan ditemukan warga sekitar. Setelah itu Amin dilarikan ke rumah sakit,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, dari keterangan adiknya Amin saat menelpon, kini korban dan kelima temannya masih dirawat di rumah sakit.

“Alhamdulilah, Amin dan teman-temannya selamat dan mereka hanya menderita luka lecet di bagian tubuh akibat terseret tsunami. Saat ini pihak dari tempat adik saya bekerja sedang mengurus pengobatan mereka di sana, nanti setelah sehat barulah mereka dipulangkan ke Palembang,” ungkapnya.
Dilanjutkan, sebelum pihak keluarga mendapatkan kabar Amin terseret gelombang tsunami, memang pada malam harinya istri Amin, yakni Elin (27) dan Ibunya Jawiyah (50) memiliki firasat yakni susah tidur.

Baca Juga :   Pembongkaran Puluhan Rumah di Lahan UIN Raden Fatah Palembang Rusuh

“Bahkan semalam saat istri adik saya menelepon, handphone Amin tidak aktif. Kemudian pagi harinya ada yang nelpon dan ternyata yang menelphone itu Amin, dia menggunakan handphone relawan di sana, sebab handphonenya hilang saat terseret tsunami,” tandasnya.

Terpisah, Kasi Informasi dan Data BMKG Sumsel, Nandang mengatakan, tsunami tersebut terjadi di Lampung dan Banten, Sabtu malam (22/12/2018). Tsunami ini terjadi akibat adanya aktivitas anak Gunung Krakatau di Selat Sunda.

“Namun hal itu tidak berdampak untuk Sumatera Selatan, karena lokasinya cukup jauh dan topografinya berbeda dengan Sumsel. Selain itu, Sumsel juga tidak berhadapan langsung dengan Selat Sunda,” ungkap Nandang. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Nyanyian Iwan Menggiring Iskandar ke Satres Narkoba Lahat, Sabu Senilai Rp 30 Juta Gagal Beredar

Lahat, KoranSN Iskandar (54), warga Lorong Kedukan Bukit II RT 014 RW 004 Kelurahan 35 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.