Home / Dari Desa ke Desa / Lima Desa di Empat Lawang Gelar Pilkades Serentak 12 Desember

Lima Desa di Empat Lawang Gelar Pilkades Serentak 12 Desember

Ilustrasi.(foto-net)

Empat Lawang, KoranSN

Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak gelombang ketiga di Kabupaten Empat Lawang, sudah ditentukan tahapannya. Pilkades serentak gelombang ketiga, akan diikuti lima desa, yakni Desa Canggu di Kecamatan Talang Padang, Desa Air Mayan Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) dan tiga desa di Kecamatan Lintang Kanan, yakni Desa Lubuk Cik, Desa Endalo dan Desa Sukarami.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Empat Lawang, Agus Rochmad Basuki melalui Kabid Pemerintahan Desa (Pemdes), Agusman Mulyadi mengatakan, pembentukan panitia pelaksana Pilkades di lima desa itu dari 26-30 Oktober 2019, sementara tahapan pendaftaran bakal calon Kades dilaksanakan 31 Oktober-9 November 2019 dan pelaksanaan pemungutan suara, 12 Desember 2019.

Baca Juga :   Pembangunan Jalan Rigit Beton di Pulau Kidak Jangan Asal-asalan

“Kita telah beri waktu dari tanggal 26-30 Oktober, dan panitia Pilkades masing-masing desa sudah terbentuk. Untuk pendaftaran bakal calon Kades waktuhya 31 Oktober sampai dengan 9 November,” kata Agusman Mulyadi, Senin (4/11/2019).

Menurut Agusman, pelaksanaan Pilkades akan dilaksanakan secara manual. Seperti pemilihan langsung pada umumnya, pemilih mencoblos gambar calon yang dipilihnya dalam bilik suara.

“Prosesnya manual, seperti pemilihan langsung pada umumnya,” kata Agusman.

Sebenarnya lanjut Agusman, rencana awal pada pelaksanaan Pilkades serentak gelombang ketiga di Kabupaten Empat Lawang ini, diikuti 6 desa. Selain desa-desa yang disebutkan di atas, ada satu desa lagi yang awalnya akan melaksanakan Pilkades juga, yakni Desa Pancur Mas di Kecamatan Tebing Tinggi.

Baca Juga :   Petani OKI Pasok 50 Ton Beras Saat Panen Raya

“Desa inikan awalnya berstatus desa persiapan, selanjutnya terdata di Kementerian berstatus kelurahan. Hanya saja, setelah diurus ke pusat, status kelurahan dirubah menjadi desa, sesuai faktanya memang desa. Karena masih dalam transisi dari status kelurahan ke desa, makanya Pilkadesnya ditunda,” jelasnya.

Hal ini bukan berarti desa itu belum sah menjadi desa defenitif, kata Agusman, namun ini lebih dari permasalahan admistrasi saja.

“Insya Allah, kedepan segera kita urus masalah administrasinya, sehingga kedepan desa ini juga bisa melaksanakan Pilkades,” pungkasnya. (foy)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tim Pemkab OI Temukan Penyelewengan Dana Desa Rp 58 Juta di Desa Tanjung Atap

Indralaya, KoranSN Dugaan penyimpangan dana desa (DD) dan Bumdes oleh mantan Kades Tanjung Atap terkait …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.