Home / Gema Sriwijaya / Limbah Minyak Mentah Cemari Sungai dan Kolam Warga

Limbah Minyak Mentah Cemari Sungai dan Kolam Warga

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018
Wakil Ketua II DPRD PALI, Darmadi Suhaimi bersama warga saat meninjau langsung sungai yang tercemar minyak mentah. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Pencemaran lingkungan limbah minyak mentah (crude oil) perusahaan kembali terjadi di Bumi Serepat Serasan, kali ini yang menjadi korban dari pencemaran lingkungan tersebut yakni warga Dusun III Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.

Pencemaran limbah tersebut diduga milik PT Pertamina EP Asset 2 Field Adera yang terjadi tidak jauh dari Stasiun Pengumpul Utama (SPU) Dewa yang berlokasi di Desa Panta Dewa.

Akibat dari penecamaran lingkungan tersebut, sungai dan kolam yang ada di sana airnya keruh dan berbau. Sehingga warga sekitar yang biasa menggunakan air tersebut sebagai kebutuhan sehari-hari untuk mandi, cuci serta minum enggan lagi menggunakan air tersebut karena takut terkena penyakit.

Berdasarkan pantauan langsung SN, di lokasi juga tercium aroma minyak yang menyengat hidung. Selain itu terlihat genangan minyak yang ada di aliran sungai dan kolam.

Menurut Amri (48) warga setempat, keadaan tersebut sudah berlangsung lebih dari dua tahun, akibat diduga tercemar limbah minyak yang keluar dari SPU Dewa milik Pertamina EP Asset 2 Adera Field yang jaraknya hanya beberapa meter dari sungai dan kolam yang dikeluhkan warga.

“Sebelumnya tidak seperti ini Pak! Tapi sejak dua tahun terakhir ini air sungai dan air kolam berubah warna dan berbau. Apalagi ketika air surut, bau menyengat dan airpun berubah baunya. Akibatnya warga sekitar takut menggunakan air tersebut untuk keperluan sehari-hari,” ungkap Amri, Senin (12/2/2018).

Dikatakannya, yang paling parah dirasakan warga adalah ketika adanya kebocoran minyak dari salah satu pipa, dimana semburan minyaknya masuk ke dalam sungai.

“Kejadian sudah lama, lebih dari dua tahun lalu. Sisa limbahnya oleh pihak perusahaan hanya dikubur di dekat sungai, sehingga diduga, rembesan kuburan limbah minyak masuk ke sungai dan kolam yang merubah warna air serta menimbulkan bau tak sedap. Untuk itu, kami berharap agar pihak perusahaan meninjau ke lapangan dan memulihkan kembali lingkungan yang tercemar,” pintanya.

Sementara itu mengetahui adanya pencemaran lingkungan oleh perusahaan tersebut membuat jajaran DPRD PALI geram. Seperti yang diutarakan Wakil Ketua II DPRD PALI, Darmadi Suhaimi. Ia menyayangkan kejadian tersebut bisa terjadi dan berlangsung sudah lama. Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil pihak Adera.

Bahkan dirinya bersama warga setempat langsung mendatangi lokasi dan berharap pihak perusahaan bisa memberikan solusi terbaik kepada warga yang notabenenya merupakan ring 1 perusahaan.

“Kalau melihat seperti ini, siapa saja orangnya pasti tersentuh. Karena air sungai yang tadinya jernih sekarang menghitam dan berbau. Kami akan segera panggil pihak perusahaan untuk mendengarkan duduk perkara permasalahan ini,” tandasnya.

Terpisah Asisten Manajer LR Pertamina Adera, Fedrick Roma Parulian mengatakan, bahwa pihaknya akan mengecek terlebih dahulu ke lapangan untuk mengetahui penyebab berubahnya warna air sungai dan kolam di sekitar SPU Dewa.

“Kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya karena tercemar, dan kami akan cek terlebih dahulu kelapangan. Nanti hasilnya akan kami sampaikan. Terkait dewan akan panggil perusahaan, kami siap berkoordinasi dengan siapapun,” ucapnya. (ans)

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Bupati Minta Muratara Kondusif Pada Tahun Politik 2019

Muratara, KoranSN Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), HM. Syarif Hidayat meminta masyarakat agar menjaga Kamtibmas ...

error: Content is protected !!