Liputan Terorisme Jangan Sampai Resahkan Masyarakat

Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dan . (foto/Ferdinand Defriansyah)
Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dan Wakil Direktur Intelkam Polda Sumsel AKBP Heri  Widagdo dalam seminar yang digelar oleh FKPT Sumsel . (foto/Ferdinand Defriansyah)

Palembang, KoranSN

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengingatkan media massa yang melakukan tugas peliputan tentang terorisme harus menyampaikan liputannya secara mendetail agar tidak membuat resah masyarakat.

Dikatakannya, informasi yang tidak valid sebaiknya tidak disebarluaskan terlebih dahulu, sebelum mendapat kepastian yang jelas.

“Informasi yang diterima harus melalui verifikasi terlebih dahulu, karena kalau tidak bisa jadi wartawan sendiri lah yang menjadi teroris, karena sudah membuat resah dan teror bagi masyarakat,” ungkap Yosep saat menjadi narasumber pada seminar yang mengangkat tema ‘diseminasi pedoman peliputan terorisme dan peningkatan profesinalisme media massa pers dalam meliput isu-isu terorisme’ yang digelar oleh FKPT Sumsel, bertempat di aula Hotel Grand Duta Syariah, Kamis (27/10/2016).

Menurut Yosep, aksi penangkapan teroris tidak boleh disiarkan langsung oleh stasiun Tv atau radio, karena hal ini dapat membantu teroris yang tengah dikejar melarikan diri. Ia mengakui, hal ini pernah dilakukan oleh stasiun Tv di Indonesia yang menyiarkan langsung penangkapan teroris yang sudah dikepung oleh pasukan Densus 88.

“Siaran langsung oleh Tv atau radio tentang penangkapan teroris, tidak dibolehkan. Boleh disiarkan, kalau itu (penangkapan) sudah selesai, dan wujudnya siara tunda,” beber Yosep.

Baca Juga :   Pendemo Tak Lagi Dapat Masuk Gedung DPRD Sumsel

Dikatakan Yosep, persoalan terorisme merupakan permasalahan semua lapisan masyarakat. Jadi, media massa yang melakukan peliputan tentang terorisme harus menyadari bahwa peliputan yang dilakukan adalah bagian dari perang terhadap terorisme.

Sementara Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki dalam sambutannya sekaligus membuka seminar tersebut mengingatkan agar lebih waspada terhadap perkembangan terorisme di Sumsel, meskipun Sumsel termasuk dalam daerah yang kondusif, apalagi di tahun 2007, di Kota Palembang pernah dilakukan penangkapan teroris yang rencananya akan beraksi di Bukit Tinggi.

“Di Palembang sekitar tahun 2007-2008 ada paham radikal yang ingin melakukan aksi peledakan di Bukit Tinggi, Padang, itu dilacak dan memang ada. Jadi ini (terorisme) perlu kita waspadai,” imbuhnya.

Ishak melanjutkan, jika bicara tentang teroris, tentu ada paham-paham. Karena Indonesia terdiri dari bermacam suku bangsa dan agama. “Terlebih mayoritas penduduk Indonesia itu agama Islam, jadi banyak kelompok yang ingin membentuk negara negara islam. Sudah tentu jika ini terjadi, maka akan terjadi perpecahan,” katanya.

Baca Juga :   Warga Resahkan Jalan Tak Kunjung Diperbaiki

Tragedi bom Bali 2002, sambungnya, terjadi ketika aksi teror saat masa transisi antara TNI dan Polri. Artinya, kalau pemerintahan negara ini lemah, maka akan muncul kelompok kelompok radikal, munculnya preman preman di tiap daerah.

“Namun untuk mengatasi semua ini, tidak cukup dengan kerja TNI, Polri dan pemerintah. Harus ada peran aktif dari intelijen dan masyarakat sekitar harus bersinergi,” ungkapnya.

Sedangkan Wakil Direktur Intelkam Polda Sumsel AKBP Heri Widagdo menuturkan, bahwa aksi terorisme ini bertujuan untuk melakukan intimidasi atau memaksakan kepentingan tertentu karena dianggap cara lain sudah tidak mungkin lagi dilakukan.

“Peran intelijen Polri dalam memberantas terorisme, memberikan peringatan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ancaman terhadap negara, baik dari dalam maupun dari luar,” pungkasnya. (awj)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Herman Deru Percepat Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya

Palembang, KoranSN Setelah sekian lama mangkrak lantaran adanya sejumlah kendala, pembangunan Masjid Raya Sriwijaya yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.