Home / Seputar Polresta / Loncat dari Jembatan Ampera, Siswi SMAN 10 Ditemukan Tewas

Loncat dari Jembatan Ampera, Siswi SMAN 10 Ditemukan Tewas

Keluarga korban Eni Yulansari saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Tampak, foto korban semasa hidup. (foto-dedy/koransn/ist)

Palembang, KoranSN

Eni Yulansari (16), siswi Kelas I SMAN 10 Pelambang, Kamis (10/1/2019) ditemukan tewas mengapung di kawasan perairan Dermaga 1 Ilir Palembang. Korban tewas setelah, Selasa lalu (8/1/2019) meloncat dari Jembatan Ampera hingga korban hilang dan tenggelam.

Selama dua hari pihak Sat Polair Polresta Palembang menyisir Sungai Musi untuk mencari korban, hingga akhirnya korban ditemukan sudah meninggal dunia, bahkan saat ditemukan korban masih menggunakan seragam sekolah.

Kasat Polair Polresta Palembang, Kompol Cahyo Yudo Winarno mengatakan, korban tewas tenggelam karena sebelumnya melakukan bunuh diri dengan loncat dari Jembatan Ampera.

“Korban Eni Yulansari merupakan siswi SMAN 10 Pelambang, korban tewas tenggelam karena bunuh diri loncat dari Jembatan Ampera,” ungkap Kasat.

Dijelaskan Kasat, penemuan jenazah korban bermula dari informasi warga jika pada hari Selasa lalu, sekitar pukul 17.30 WIB ada seorang perempuan menggunakan seragam sekolah melakukan bunuh diri dengan cara meloncat dari atas Jembatan Ampera.

“Kemudian kami melakukan pencarian hingga hari ini (kemarin), sekitar pukul 08.30 WIB, jenazah korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Korban sudah dipastikan adalah Eni Yulansari, sebab saat ditemukan korban masih mengenakan seragam SMA yang juga terdapat nama dan lambang sekolah di baju yang dikenakan oleh korban,” jelasnya.

Baca Juga :   Aksi Baku Tembak Sispam Kota Tak Terhindarkan (Foto Berita)

Lanjut Kasat, usai ditemukan jenazah korban dievakuasi petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Mauladi (55), warga Jalan Srijawaya Negara Lorong Hasan HS Kelurahan Bukit Lama Kecamatan IB I Palembang mengatakan, jika di Palembang korban Eni Yulansari tinggal di kosannya yang berada di Jalan Srijawaya Negara Palembang.

“Kalau untuk penyebab korban meninggal dunia saya tidak tahu. Tapi di kosan yang di tempati korban ditemukan surat yang ditulis korban menggunakan bahasa daerah Komring, isinya saya tidak terlalu mengerti. Namun diantaranya ada tulisan, ‘Saya sudah tidak betah lagi’. Ada dua suratnya, salah satunya ditemukan di dalam tempat sampah,” ungkapnya saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang.

Menurutnya, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sejak hari selasa lalu pergi dari kosan dengan menumpangi ojek online. Setelah itu, korban hilang dan akhirnya ditemukan sudah meninggal dunia.

“Sepengetahuan saya saat pergi dari kosan, korban terlihat menumpagi ojek online. Lalu korban tak pulang-pulang, hingga kami melakukan pencarian dan pagi tadi (kemarin), barulah kami mendapat kabar duka ini, dari itulah saya datang ke Rumah Sakit Bhayangkara,” tandasnya.

Baca Juga :   Polisi Ringkus Pelaku Penyiraman Cuka Para di Kertapati

Sementara pantauan di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara, tampak orang tua korban yakni; Dison (40) dan istrinya Nia (36) beserta sejumlah keluarga menunggu pemeriksaan jenazah korban yang sedang dilakukan oleh tim forensik. Bahkan Nia selaku ibu korban Eni Yulansari tak kuasa menahan air matanya, sembari menangis Nia memeluk keluargannya.

Dison ayah korban Eni Yulansari mengatakan, almarhumah merupakan anak pertama dari dua bersudara. Di Palembang, korban tinggal ngkos di kawasan IB I Palembang, sementara ia dan istrinya tinggal di Muara Dua OKU Selatan.

“Putri saya ini di Palembang sekolah di SMAN 10, dia sekarang kelas I. Saya tidak tahu apa masalahnya korban meninggal dunia, sebab anak saya ini tidak pernah bercerita,” tutupnya singkat.

Sementara itu, Erika (35) guru SMAN 10 Palembang yang merupakan Wali Kelas dari korban membenarkan jika korban Eni Yulansari merupakan siswanya, dan dirinya tidak menyangka korban kini telah meninggal dunia.

“Almarhumah ini murid saya, dan saya wali kelasnya. Sepengetahuan saya selama di sekolah, korban seperti siswa yang lainnya. Bahkan korban ini aktif di paskibraka,” ungkap Erika. (ded)


Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

3 Jam Ebit Cs Potong Besi Gardu Listrik Senilai Rp 200 Juta

Palembang, KoranSN Ebit G alias Gundul (38), warga Lorong Kebun Gede Kelurahan 32 Ilir Kecamatan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.