Home / Gema Sriwijaya / Lumbung Pangan di PALI Segera Terwujud

Lumbung Pangan di PALI Segera Terwujud

 Tampak Kepala Desa Pengabuan, Anto ketika meninjau lokasi persawahan. (foto/Anasrul)
Tampak Kepala Desa Pengabuan, Anto ketika meninjau lokasi persawahan. (foto/Anasrul)

PALI, KoranSN

Rencana Pemerintah Kabupaten PALI menjadikan Bumi Serepat Serasan menjadi salahsatu lumbung padi di Provinsi Sumatera Selatan segera terwujud. Pembukaan 2300 hektare lahan sawah terus dilakukan di Desa Pengabuan kecamatan Abab dan Desa Tempirai kecamatan Penukal Utara yang ditargetkan selesai pada November tahun ini.

Pantauan SN, Minggu (10/4/2016), tampak 4 alat berat bekerja membuka lahan tidur menjadi sawah. Nantinya, ribuan hektar lahan sawah tersebut akan diserahkan ke masyarakat desa setempat.

“Kami sangat gembira sekali, disaat harga getah tidak menentu, pemerintah membuka lahan yang selama ini mubadzir menjadi pesawahan,” kata Anto, Kepala Desa Pengabuan, kemarin.

Namun diakuinya, pembukaan lahan sawah di desanya yang merupakan lahan tidur milik pemerintah banyak menemui kendala.

“Kebanyakan kendalanya masyarakat mengklaim lahan yang akan dibuka untuk sawah adalah miliknya, tetapi kita punya dasar apabila lahan tersebut memang sudah digarap kita akan serahkan kepada warga yang menggarapnya, tetapi tetap kita bantu buka agar lahan tersebut layak tanam. Namun kalau kosong bertahun-tahun akan kita berikan kepada masyarakat dengan pembagian melalui rapat desa terlebih dahulu,” bebernya.

Baca Juga :   Akibat Angkutan Batubara, Jalan Provinsi di PALI Memprihatinkan

Rencananya, lanjut Anto, setiap Kepala keluarga (KK) akan mendapat satu hektare lahan sawah siap tanam.

“Tugas pemerintah desa adalah pembagian lahan sawah yang sudah jadi, kalau pekerjaan cetak sawah oleh anggota TNI. Rencananya 1 hektare/KK, karena di Desa Pengabuan tercatat ada 1700 KK sementara pembukaan lahan sawah disini 1860 hektare,” jelasnya.

Sebelumnya, Torus Simbolon, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan kabupaten PALI mengatakan pencetakan lahan sawah 2300 hektare, di Desa Pengabuan seluas 1860 hektare dan Tempirai seluas 440 hektare ini akan selesai pada bulan November mendatang.

Baca Juga :   Tanpa Keterangan, 63 ASN di Pagaralam Bakal Disanksi

“Nantinya masyarakat selain diberi lahan juga akan dibekali pengetahuan serta akan dibantu bibit serta alat pendukung lainya, ini sebagai usaha pemerintah agar program ini berhasil yang nantinya masyarakat itu sendiri yang akan merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Torus menjelaskan proses tanam padi tidak menunggu pekerjaan cetak sawah selesai, namun akan bertahap.

“Kita tidak nunggu selesai semua, namun akan bertahap. 20 hektar yang sudah selesai akan diserahkan kepada warga untuk ditanam.Target kita bulan Mei mendatang, 500 hektar yang sudah tanam dan direncanakan pada bulan November mulai panen perdana,” terangnya. (ans)

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Pemkab Mura Jalin Kesepahaman Bersama dengan ITB

Musirawas, KoranSN Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Pemkab) melaksanakan Kesepahaman Bersama (MoU) dengan Institut Teknologi Bandung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.