M. Ali: Selewengkan DD, Korupsi Namanya

Ketua Komisi II DPRD Muratara, Muhamad Ali. (Foto-Istimewa)

Muratara, KoranSN

Menanggapi pemberitaan oknum Kepala Desa (Kades) Bukit Ulu, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), yang diduga menyelewengkan Dana Desa (DD) tahun 2017, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Muhammad Ali mengatakan tindakan tersebut merupakan korupsi apabila memang terbukti.

“Kalau memang Kades tersebut menyelewengkan dana desa, ya kita serahkan secara penuh ke penegak hukum secara detail dan juga di tegakkan secara benar apabila benar terbukti menyelewengkan dana desa, maka hukumlah yang menentukan,” katanya saat di konfirmasi, Rabu (24/10/2018).

Ia menjelaskan, tindakan hukum bagi kepala desa yang menyelewengkan dana desa itu ada, karena sudah diatur dalam undang-undang korupsi, maka jelas ada hukuman bagi si pelanggar tersebut.

“Tindakan hukum jelas ada, secara aturan korupsi itu namanya karena itu dana desa dan undang-undang korupsi yang mengaturnya. Kalau memang nanti ada barang bukti dia nyeleweng berarti menyalahkan wewenang sebagai kades dalam menggunakan DD tersebut karena tidak sesuai aturan, berarti dia korupsi,” jelasnya.

Disinggung mengenai pengembalian uang dana desa ke kas desa yang menjadi temuan pihak inspektorat, M. Ali mengatakan itu semua tidak berpengaruh dan hukum tetap berjalan karena kades telah menyalahi aturan yang sudah ada.

Baca Juga :   Komisi 2 DPRD PALI Panggil PT PMU

“Kalau dia mengembalikan uang desa, itu niat baiknya untuk mengembalikan uang ke kas desa, namun tindakan itu sudah meyalahkan aturan, bisa dituntut secara hukum. Tapi kalau tidak diselidiki atau dilapor secara penggunaan dana desa, dia jelas menggelapkan dana desa, maka itu ada hak juga bagi masyarakat maupun pelapor untuk melaporkan secara hukum bahwa kades itu menyalahi wewenang sabagai Kades,” ungkapnya.

Ali juga mengatakan jika pihaknya belum memanggil kepala desa tersebut dikarenakan sampai saat ini belum ada laporan tertulis yang masuk ke komisi I.

“Kalau untuk sekarang kita belum bisa memanggil, karena belum ada laporan secara tertulis, tapi mungkin jika nanti ada laporan tertulis dari desa atau dari masyarakat ke komisi I, mungkin nanti di klarifikasi apakah memang betul ada penyelewengan dana tersebut atau tidak,” ujarnya.

Ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara melalui penegak hukum agar menuntaskan masalah tersebut, dan jangan sampai berlarut-larut.

“Yang jelas kita minta kepada Pemkab melalui penegak hukum agar dituntaskan masalah tersebut karena ini menyangkut kemajuan desa,” pintanya.

Diberitakan sebelumnya, oknum Kepala Desa (Kades) Bukit Ulu Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diduga selewengkan dana desa (DD) tahun 2017. Hal ini dikatakan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bukit Ulu, M. Haris.

Baca Juga :   Lawan All Star OKUT, Cristian Carrasco Cedera Hamstring

Ia mengaku memiliki data lengkap dugaan penyelewengan dana desa tersebut. “Di Perbup itu sudah jelas semua, anggaran yang dikeluarkan dari dana desa. Namun hal itu tidak seauai karna sebagian saja yang mereka salurkan,” katanya.

Ia menjelaskan, adapun rincian anggaran yang diduga diselewengkan oknum kades, yang pastinya merugikan negara.

“Guru ngaji apabila menurut perbup anggarannya 60 juta rupiah, namun yang dibayar hanya empat orang dengan jumlah 19 juta rupiah. Guru TK, seharusnya empat orang tapi ternyata hanya tiga orang yang dibayarkan oleh oknum Kades. Kemudian anggaran untuk Lansia sebesar 18 juta rupiah namun realisasinya tidak ada sama sekali. Selanjutnya biaya makanan tambahan untuk peningkatan gizi bagi balita dan anak sekolah sebesar 30 juta rupiah juga tidak ada realisasinya,” ungkapnya. (snd)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Herman Deru Disambut Ribuan Muslimat NU

OKUT, KoranSN Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru menghadiri pengajian akbar Muslimat NU di …